Arti Kata "mati kumlah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati kumlah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati kumlah

mati karena Allah; mati dengan sewajarnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati kumlah"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati kumlah" dalam Kalimat

1.Dalam agama Islam, orang yang mati kumlah dianggap telah mencapai kebahagiaan yang sebenarnya.
2.Sang imam mengatakan bahwa kita semua pasti akan mati kumlah dan akan dipanggil Allah di hari akhir.
3.Ayahku pernah berdoa agar saya tetap sehat sampai tua, tidak mati kumlah sebelum waktunya.
4.Di surat Al-Mu'minoon, Allah berfirman bahwa orang-orang yang beriman akan mati kumlah dan kemudian dibangkitkan sebagai hamba yang suci.
5.Saya tidak ingin menjadi orang yang malu-malu dan mati kumlah tanpa berbuat apa-apa selama hidup.

📚 Artikel terkait kata "mati kumlah"

Mengenal Kata 'mati kumlah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati kumlah": Makna Sewajarnya dalam Berbagai Konteks

Kata "mati kumlah" seringkali dipahami sebagai sebuah ungkapan yang mengandung makna khusus dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, "mati kumlah" merujuk pada konsep kebahagiaan dan keberanian dalam menghadapi kematian, serta mempercayai bahwa kematian merupakan bagian dari rencana Tuhan. Ungkapan ini menekankan bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup, melainkan pintu gerbang menuju kebahagiaan yang lebih tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, "mati kumlah" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, ketika seseorang menghadapi kematian yang dekat dengan dirinya, dia mungkin akan berkata, "Aku akan mati kumlah, karena aku percaya bahwa Tuhan akan menyambutku dengan kasih sayang." Atau, ketika seseorang mengalami kehilangan, dia mungkin akan berkata, "Dia mati kumlah, tetapi ingatannya akan tetap hidup dalam hati kami." Dalam kalimat lain, "mati kumlah" dapat digunakan untuk menggambarkan kematian yang menghibur, seperti ketika seseorang berkata, "Dia mati kumlah, dengan senyum yang lebar dan mata yang cerah." Dalam budaya Indonesia modern, "mati kumlah" tetap relevan dalam konteks spiritual dan filosofis. Ungkapan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dan keberanian dalam menghadapi kematian merupakan nilai-nilai yang penting dalam kehidupan. Selain itu, "mati kumlah" juga menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup, melainkan awal dari kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, "mati kumlah" tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang-orang yang mencari makna dalam hidup.