Arti Kata "colong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "colong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

colong

co·long v, men·co·long v mencuri;
ke·co·long·an v 1 kecurian; kemalingan: ia ~ selembar uang lima ribuan; 2 terjadi di luar pengawasan dan pengamatan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "colong"

📝 Contoh Penggunaan kata "colong" dalam Kalimat

1.Pada malam hari, kecoak mencuri makanan dari dapur kami.
2.Di taman, kita menemukan bukti kecurian oleh hewan-hewan liar.
3.Dia disidang karena dugaan kecurian uang dari dompet temannya.
4.Pada saat itu, kecurian terjadi dan polisi belum menemukan pelaku.
5.Karena kecurian berulang kali, kami harus meninggalkan barang-barang di tempat yang lebih aman.

📚 Artikel terkait kata "colong"

Mengenal Kata 'colong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "colong" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum Kata "colong"

Kata "colong" memiliki makna umum sebagai tindakan mencuri atau mengambil sesuatu tanpa izin. Istilah ini telah ada sejak lama dan sering digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Dalam sejarah, "colong" sering dikaitkan dengan perbuatan tidak etis, seperti mencuri atau mengambil hak milik orang lain.

Penggunaan Kata "colong" dalam Kalimat

Kata "colong" sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat: - "Dia ~ uang di dompet temannya." (menggunakan kata "colong" dalam arti mencuri) - "Kecurian ~ uang di bank itu sangat besar." (menggunakan kata "colong" dalam arti kecurian) - "Dia ~ informasi rahasia tanpa izin." (menggunakan kata "colong" dalam arti mengambil sesuatu tanpa izin)

Relevansi Kata "colong" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "colong" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keamanan dan hukum. Misalnya, polisi sering mencari saksi untuk mengungkapkan kasus kecurian atau mencari pelaku yang melakukan tindakan tidak etis. Dalam budaya Indonesia modern, kata "colong" sering digunakan untuk menggambarkan perbuatan tidak etis atau kecurian.