Arti Kata "mardud" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mardud" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mardud

mar·dud Isl v 1 ditolak krn diragukan kebenarannya (tt hadis); 2 ditolak krn kemusyrikan (tt iman)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mardud"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "mardud" dalam Kalimat

1.Di hadis yang diragukan kebenarannya, para ulama menolaknya sebagai sumber referensi.
2.Komisi agama segera menolak hadis yang menimbulkan kemusyrikan dalam iman umat.
3.Hadis yang tidak jelas kebenarannya tidak boleh digunakan sebagai sumber pengajaran bagi generasi muda.
4.Para ulama senior menolak hadis yang menimbulkan kesalahpahaman tentang keimanan.
5.Dalam menelaah hadis, para ulama harus berhati-hati dan tidak menerima yang diragukan kebenarannya.

πŸ“š Artikel terkait kata "mardud"

Mengenal Kata 'mardud' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mardud" - Inspirasi dan Motivasi untuk Beriman

Kata "mardud" berasal dari Bahasa Arab, yang memiliki makna umum sebagai "ditolak" atau "dipenjara". Dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai "ditolak karena diragukan kebenarannya" atau "ditolak karena kemusyrikan". Dalam konteks ini, kata mardud sering digunakan dalam konteks agama, terutama dalam konteks Islam, untuk menggambarkan keadaan seseorang yang ditolak atau dipenjara karena tidak memenuhi syarat keimanan atau karena melakukan kemusyrikan.

Contoh Penggunaan Kata "Mardud" dalam Kalimat

Kata mardud dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan keadaan seseorang yang ditolak atau dipenjara karena alasan tertentu. Contoh penggunaan kata mardud dalam kalimat dapat dilihat pada beberapa contoh berikut: - Hadis tersebut dianggap mardud oleh para ulama karena tidak memiliki sumber yang kuat. - Iman seseorang dapat dianggap mardud jika tidak memenuhi syarat keimanan yang ditetapkan dalam agama. - Orang yang melakukan kemusyrikan dapat dianggap mardud oleh masyarakat karena tidak memiliki keimanan yang kuat.

Relevansi Kata "Mardud" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata mardud memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks agama. Dalam konteks ini, kata mardud dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak memenuhi syarat keimanan atau melakukan kemusyrikan. Namun, dalam konteks modern, kata mardud juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti menggambarkan keadaan seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks ini, kata mardud dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk beriman dan memiliki kepercayaan diri yang kuat.