Arti Kata "manai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "manai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

manai

ma·nai a putih pucat (sakit kurang darah dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "manai"

📝 Contoh Penggunaan kata "manai" dalam Kalimat

1.Pada umumnya, pasien di rumah sakit terkadang mengalami manai sehingga memerlukan perawatan intensif.
2.Dokter mengatakan bahwa anak itu menderita manai parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit.
3.manai yang dialami oleh bayi baru lahir membuat ibu sangat khawatir dan panik.
4.Tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan manai pada tubuh sehingga perlu diatasi dengan baik.
5.Pada konteks budaya, manai diartikan sebagai rasa lelah yang sangat parah, seperti rasa lelah setelah berolahraga.

📚 Artikel terkait kata "manai"

Mengenal Kata 'manai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "manai" - Makna Resmi dan Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "manai" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang kekurangan darah atau mengalami kondisi lain yang menyebabkan warna kulitnya pucat. Istilah ini memiliki makna yang jelas dan telah digunakan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia selama berabad-abad. Dalam sejarah, kata "manai" telah digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik seseorang yang tidak sehat. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kekuatan atau kemampuan fisik yang normal. Oleh karena itu, kata "manai" memiliki makna yang lekat dengan konsep keselamatan dan kesehatan. Contoh penggunaan kata "manai" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Dia terlihat sangat manai karena kekurangan darah yang parah." "Setelah beberapa hari sakit, dia akhirnya sembuh dan tidak lagi terlihat manai." "Karena kurangnya oksigen, dia menjadi manai dan harus segera mendapatkan perawatan yang lebih lanjut." Kata "manai" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa konteks, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lelah atau tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas. Misalnya, ketika kita mengatakan bahwa seseorang "terlihat manai" setelah bekerja selama berjam-jam, kita berarti bahwa mereka sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Dalam budaya Indonesia, kata "manai" juga digunakan dalam beberapa istilah yang unik. Misalnya, dalam istilah "manai-manai", yang berarti "lelah" atau "tidak memiliki energi". Oleh karena itu, kata "manai" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan kondisi fisik atau emosional seseorang.