Arti Kata "tunang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tunang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tunang

tu·nang, ber·tu·nang·an v 1 bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri: mereka belum menikah, baru ~; 2 mempunyai tunangan;
me·nu·nangi v 1 meminang: kalau engkau ~ dia, tentu diterimanya; 2 meminta pekerjaan; melamar: ~ suatu pekerjaan;
me·nu·nang·kan v menentukan untuk menjadi calon suami atau calon istri; membuat menjadi bertunangan: ia hendak ~ anaknya;
tu·nang·an n 1 calon istri atau suami; 2 hasil menunang(kan);
per·tu·nang·an n perbuatan (hal dsb) bertunangan atau menunangkan;
mem·per·tu·nang·kan v menunangkan;
pe·tu·nang kl n mantra (jampi) yg dikenakan pd bunyi-bunyian (seruling dsb) supaya menimbulkan kasih kpd orang yg mendengarnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tunang"

📝 Contoh Penggunaan kata "tunang" dalam Kalimat

1.Mereka baru bersepakat menjadi suami istri, tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan.
2.Ia mempunyai tunangan yang cantik dan pintar, dia sangat berharap untuk menikahinya.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, mereka telah menentukan untuk menjadi calon suami dan calon istri.
4.Perempuan itu menjadi calon istri, setelah mendapat persetujuan dari keluarga laki-lakinya.
5.Mereka membuat mantra pertunangan untuk orang yang mendengarnya, agar merasa kasih dan sayang.

📚 Artikel terkait kata "tunang"

Mengenal Kata 'tunang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tunang" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam budaya Indonesia, kata tunang memiliki makna yang sangat penting dalam konteks pernikahan. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah bersepakat untuk menikah dengan pasangannya, meskipun belum melakukan pernikahan secara resmi. Makna ini telah berkembang sejak lama, bahkan ada catatan sejarah yang menyebutkan bahwa tunang pada masa lalu sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang lebih formal antara calon suami dan calon istri. Dalam kehidupan sehari-hari, kata tunang sering digunakan dalam berbagai kalimat. Contoh, "Mereka telah menjadi tunang selama 3 tahun sebelum akhirnya menikah." Dalam kalimat ini, kata tunang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang telah berlangsung selama 3 tahun. Contoh lain, "Dia menjadi tunang dengan anak perempuan temannya setelah beberapa bulan berpacaran." Dalam kalimat ini, kata tunang digunakan untuk menggambarkan tahap hubungan yang lebih formal antara dua orang. Dalam budaya modern, kata tunang masih memiliki relevansi dalam kehidupan masyarakat. Dalam beberapa daerah di Indonesia, masih ada tradisi yang mengharuskan calon suami untuk membayar dowry kepada keluarga calon istri sebagai tanda tunang. Selain itu, kata tunang juga digunakan dalam konteks pernikahan yang lebih formal, seperti dalam upacara adat yang diadakan sebelum pernikahan. Dalam beberapa kasus, kata tunang juga digunakan sebagai istilah dalam pernikahan yang lebih modern, seperti dalam pernikahan syariat yang diadakan di masjid.