Arti Kata "lawa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lawa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lawa

1la·wa ark n 1 papan yg dipasang melintang sbg galang (palang) pd perahu dsb; 2 rintangan; 3 palang jalan;
me·la·wa ark v menghalangi rombongan pengantin laki-laki pergi ke rumah pengantin perempuan sebelum uang adat dilunasi pihak pengantin laki-laki;
pe·la·wa n 1 orang yg merintangi (menghalangi); 2 alat yg merintangi (menghalangi)

2la·wa a menarik hati, indah: bentuk mukanya lebih -- dp kawannya;
me·la·wa v berhias, melagak: setiap hari kerjanya ~ saja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lawa"

📝 Contoh Penggunaan kata "lawa" dalam Kalimat

1.Perahu nelayan menggunakan palang lau untuk mengamankan muatan.
2.Penghijauan kota harus dilakukan dengan mempertimbangkan lau yang mengganggu taman.
3.Pengadilan menetapkan palang lau di jalan untuk mengurangi kemacetan.
4.Masyarakat setempat menolak lau yang ingin membangun pabrik di sekitar desa.
5.Dalam budaya adat, pengantin wajib menyelesaikan tugas lau sebelum melangsungkan pernikahan.

📚 Artikel terkait kata "lawa"

Mengenal Kata 'lawa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lawa" - Bahasa Tradisi Indonesia

Kata lawa memiliki makna yang menarik dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, lawa sering digunakan sebagai papan yang dipasang melintang sebagai galang atau palang pada perahu. Namun, makna yang paling menonjol dari kata lawa adalah sebagai rintangan atau hambatan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh penggunaan kata lawa dalam kalimat yang alami adalah: "Pengantin laki-laki tidak bisa melewati lawa pengantin perempuan sebelum uang adat dilunasi." atau "Kami harus melewati lawa yang sulit dalam mencapai tujuan." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata lawa digunakan sebagai rintangan yang harus diatasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata lawa masih relevan dan sering digunakan dalam konteks budaya Indonesia. Misalnya, dalam upacara pernikahan, pengantin laki-laki harus melewati lawa pengantin perempuan sebelum melakukan upacara yang lebih lanjut. Selain itu, kata lawa juga digunakan sebagai metafor untuk menggambarkan hambatan atau rintangan dalam kehidupan.

Kata lawa juga memiliki makna lain sebagai orang yang merintangi atau menghalangi. Misalnya, "Dia adalah lawa yang paling berani dalam menghadapi tantangan." Dalam contoh kalimat tersebut, kata lawa digunakan sebagai sifat untuk menggambarkan seseorang yang berani dan tidak takut menghadapi rintangan.