Arti Kata "laut ditimba akan kering" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "laut ditimba akan kering" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

laut ditimba akan kering

Peribahasa betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "laut ditimba akan kering"

📝 Contoh Penggunaan kata "laut ditimba akan kering" dalam Kalimat

1.laut ditimba akan kering, artis itu menghabiskan semua kekayaannya dalam hidupnya yang mewah.
2.Pak guru mengingatkan kami bahwa laut ditimba akan kering, jangan berlebihan dalam membelanjakan uang.
3.Ketika sedang membeli rumah, aku ingat peribahasa laut ditimba akan kering, jangan terlalu boros dalam memilih desain interior.
4.Bapaknya sangat khawatir karena anaknya terbiasa membeli barang-barang mewah, laut ditimba akan kering, katanya.
5.Pengusaha sukses itu memberi nasihat kepada anaknya, selalu ingatlah bahwa laut ditimba akan kering, jangan terlena dengan kekayaan.

📚 Artikel terkait kata "laut ditimba akan kering"

Mengenal Kata 'laut ditimba akan kering' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Laut Ditimba Akan Kering" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "laut ditimba akan kering" merupakan peribahasa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna umum sangat mendalam. Peribahasa ini menggambarkan betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga. Konsep ini telah ada sejak lama dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Peribahasa "laut ditimba akan kering" memiliki konteks historis yang terkait dengan kebiasaan masyarakat nelayan di masa lalu. Mereka seringkali mengumpulkan air laut dalam ember untuk digunakan sebagai sumber air minum. Namun, jika ember terus-menerus ditimba, maka akhirnya air laut akan kering. Hal ini menjelaskan bahwa sumber daya yang tak terbatas seperti harta, jika tidak diatur dengan baik, dapat habis dalam waktu singkat. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "laut ditimba akan kering" dapat digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang memiliki uang banyak dan selalu membelanjakannya, maka dia berisiko kehilangan seluruh harta. Contoh penggunaan peribahasa ini dalam kalimat sebenarnya adalah: "Dia sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan, karena dia tidak ingin laut ditimba akan kering." Selain itu, peribahasa ini juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam bisnis atau pemerintahan, untuk mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya yang efektif. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "laut ditimba akan kering" masih sangat relevan. Banyak orang yang masih menghadapi masalah keuangan karena tidak dapat mengelola sumber daya mereka dengan baik. Oleh karena itu, peribahasa ini tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan sumber daya yang ada.