Arti Kata "anak pelor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anak pelor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

anak pelor

peluru (isi bedil)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anak pelor"

📝 Contoh Penggunaan kata "anak pelor" dalam Kalimat

1.Penggunaan senapan yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pada anak peluru yang terjebak di dalamnya.
2.Pada hari H, pasukan mempersiapkan semua anak peluru untuk menembakkan salvo besar.
3.Dalam laboratorium fisika, anak peluru digunakan sebagai contoh dalam percobaan tentang gaya gravitasi.
4.Kapal perang memiliki ruang yang khusus untuk menyimpan anak peluru yang siap digunakan dalam pertempuran.
5.Pemerintah mengumumkan bahwa anak peluru yang tidak digunakan harus dihiasi dengan label yang jelas tentang jenisnya dan tanggal kadaluarsa.

📚 Artikel terkait kata "anak pelor"

Mengenal Kata 'anak pelor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Anak Pelor" - Sejarah dan Fungsi

Anak pelor, dalam konteks resmi, merujuk pada peluru (isi bedil) yang digunakan oleh senjata api, seperti pistol atau senapan. Istilah ini telah ada sejak zaman dahulu dan masih digunakan hingga saat ini. Penggunaan anak pelor terkait erat dengan kegiatan militer dan keamanan. Dalam catatan sejarah, anak pelor digunakan sebagai alat perang yang efektif dalam berbagai pertempuran. Namun, penggunaan anak pelor juga dapat memiliki konsekuensi berbahaya, seperti kerusakan pada properti dan korban jiwa. Anak pelor juga digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam permainan militer atau latihan keamanan. Di sini, anak pelor dimaksudkan sebagai objek yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan shooting. Misalnya, dalam kalimat "Pada latihan keamanan, pasukan militer menggunakan anak pelor dalam bentuk peluru yang tidak berbahaya". Dalam kehidupan sehari-hari, anak pelor tidak selalu memiliki makna yang berbahaya. Dalam beberapa konteks, anak pelor dapat digunakan sebagai metafora dalam kalimat yang tidak terkait dengan keamanan. Contohnya, dalam kalimat "Kompetisi olahraga dijadwalkan, namun anak pelor dari kehidupan sehari-hari yang sulit harus diatasi terlebih dahulu". Dalam budaya Indonesia modern, anak pelor masih digunakan dalam konteks keamanan dan militer. Namun, penggunaan anak pelor juga dapat memiliki konsekuensi berbahaya, seperti kerusakan pada lingkungan dan korban jiwa. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan anak pelor dengan bijak dan memahami konsekuensi yang mungkin terjadi.