Arti Kata "kesima" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kesima" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kesima

ke·si·ma Jk a, ter·ke·si·ma v tercengang; hilang akal; termangu-mangu: ia menjadi ~ melihat perempuan yg sangat cantik itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kesima"

📝 Contoh Penggunaan kata "kesima" dalam Kalimat

1.Ia menjadi kesima melihat perempuan yang sangat cantik itu.
2.Murid-murid menjadi kesima karena guru memberikan tugas yang terlalu sulit.
3.Ketika melihat film horor, saya menjadi kesima dan tidak bisa tidur malam itu.
4.Pengalaman itu sangat mengejutkan dan membuatnya menjadi kesima selama beberapa hari.
5.Dalam novel itu, protagonis menjadi kesima karena menemukan rahasia yang sangat menghancurkan.

📚 Artikel terkait kata "kesima"

Mengenal Kata 'kesima' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kesima" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kesima" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan perasaan yang bingung, tercengang, atau hilang akal. Dalam konteks sejarah, kata ini muncul dalam lanskap budaya yang kaya, terutama dalam konteks kesenian dan sastra. Dalam banyak karya sastra, "kesima" digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang yang merasa tercengang atau bingung oleh kejadian yang tidak terduga. Kesima sebagai perasaan yang tidak biasa juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, "ia menjadi kesima melihat perempuan yang sangat cantik itu" atau "dia kesima mendengar kabar tersebut". Bahkan, kata ini juga sering digunakan dalam konteks yang lebih lembut, seperti "dia kesima melihat keindahan alam". Dalam kehidupan sehari-hari, "kesima" memiliki relevansi yang besar. Dalam banyak kesempatan, kita merasa kesima dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tetapi, daripada kehilangan akal dan menjadi kesima, kita dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan berkembang. Dalam konteks budaya Indonesia modern, "kesima" dapat diartikan sebagai kesempatan untuk berubah dan berkembang.