Arti Kata "pukah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pukah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pukah

pu·kah v patah atau bengkok patah (tt cabang kayu, lengan, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pukah"

📝 Contoh Penggunaan kata "pukah" dalam Kalimat

1.Pohon itu patah di tengah jalan akibat hujan deras.
2.Cabang pohon yang pukah membuat aku kesulitan berjalan.
3.Selama pelajaran olahraga, murid-murid harus berhati-hati agar tidak patah atau pukah.
4.Karena bengkoknya lengan, aku tidak bisa melakukan gerakan olahraga itu dengan benar.
5.Penghancur tanah yang digunakan untuk memperbaiki jalan tidak boleh patah atau pukah.

📚 Artikel terkait kata "pukah"

Mengenal Kata 'pukah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pukah": Makna Resmi dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata "pukah" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan kondisi benda yang patah atau bengkok, seperti cabang kayu, lengan, atau bagian-bagian lain. Makna ini telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia dan masih digunakan dalam konteks yang berbeda-beda.

Konteks Historis dan Sosial

Penggunaan kata "pukah" dapat dipahami jika kita memikirkan asal kata ini. Kata "pukah" mungkin berasal dari kata dalam bahasa daerah yang digunakan pada masa lalu. Meskipun tidak ada sumber yang pasti tentang asal-usul kata ini, namun penggunaannya telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang resmi.

Contoh Penggunaan Kata "pukah" dalam Kalimat

Kata "pukah" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan kondisi benda yang patah atau bengkok. Contoh kalimat sederhana adalah: "Cabang pohon itu pukah karena cuaca buruk." Atau, "Lenganmu pukah setelah jatuh dari sepeda." Dalam kedua contoh ini, kata "pukah" digunakan untuk menggambarkan kondisi benda yang patah atau bengkok.

Relevansi Kata "pukah" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "pukah" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi benda yang patah atau bengkok. Dalam budaya Indonesia, kata "pukah" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti ketika kita ingin menggambarkan kondisi benda yang rusak. Selain itu, kata "pukah" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih formal, seperti dalam laporan atau artikel. Dalam keseluruhan, kata "pukah" adalah kata yang resmi dalam bahasa Indonesia dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "pukah", kita dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif dalam bahasa Indonesia.