Arti Kata "kemundir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kemundir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kemundir

ke·mun·dir ? kemendur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kemundir"

📝 Contoh Penggunaan kata "kemundir" dalam Kalimat

1.Kemudian, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi itu karena kelelahan.
2.Pemimpin partai mengajak anggotanya yang kemudir dari kegiatan kampanye untuk berkumpul dan memantau suasana.
3.Karena cuaca buruk, penerbangan itu kemendur dan hingga kini belum terbang.
4.Pengajar mengajak beberapa murid yang kemudir dari kelas untuk berdiskusi tentang materi yang sedang dipelajari.
5.Setelah menyelesaikan proyek, tim itu mengumumkan bahwa mereka akan mengumumkan keputusan untuk mengundurkan diri karena kepuasan dengan hasilnya.

📚 Artikel terkait kata "kemundir"

Mengenal Kata 'kemundir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kemundir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kemundir" mungkin tidak lagi umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi maknanya masih relevan dalam beberapa konteks. Kata ini berasal dari kata "ke-", "mun-", dan "dir" yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti resmi sebagai "ke-", "mundur", dan "diri". Dalam arti ini, kata "kemundir" memiliki arti sebagai "bermaksud mundur" atau "berkehendak mundur". Kata "kemundir" sendiri memiliki asal kata dari bahasa Belanda, yaitu "hemendra" yang berarti "kehendak mundur". Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan dalam pengertian "kehendak mundur" dari perang atau pertempuran. Namun, makna ini tidak lagi relevan dalam konteks modern.

Contoh Penggunaan Kata "kemundir" dalam Kalimat

Kata "kemundir" dapat digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami, seperti: - "Dia berkehendak mundur dari pekerjaannya karena merasa tidak puas dengan gajinya." - "Dia tidak sengaja mundur dari jalanan karena tidak melihat lampu lalu lintas." - "Dia berkehendak mundur dari rencana pernikahannya karena merasa tidak cocok dengan pasangannya."

Relevansi Kata "kemundir" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kemundir" masih relevan dalam beberapa konteks, seperti dalam hal keputusan atau keberanian untuk mengambil langkah mundur. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini dapat digunakan dalam arti "kehendak mundur" dari keputusan yang sulit atau dalam menghadapi situasi yang tidak diinginkan.