Arti Kata "katik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "katik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

katik

1ka·tik ? katai

2ka·tik n rumput patah siku, Paspalum orbiculare

3ka·tik n burung besar spt merpati yg berbulu hijau; punai

4ka·tik n satuan ukuran luas tanah atau sawah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "katik"

📝 Contoh Penggunaan kata "katik" dalam Kalimat

1.Dalam konteks formal, perusahaan melaporkan kerugian besar akibat kesalahan katai dalam penginputan data.
2.Siswa harus berhati-hati saat mengetik agar tidak terjadi katai saat mengerjakan tugas.
3.Penggunaan katai dalam penulisan bahasa Indonesia dapat mempengaruhi makna kalimat.
4.Dalam proses belajar, siswa harus memahami perbedaan antara kata yang sama dan katai.
5.Penggunaan teknologi telah memungkinkan deteksi katai dalam tulisan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pengetikan.

📚 Artikel terkait kata "katik"

Mengenal Kata 'katik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "katik" - Inspirasi dan Motivasi

Asal Usul Kata "katik"

Kata "katik" berasal dari bahasa Jawa dan memiliki makna yang sangat spesifik dalam konteks sejarah dan sosial. Dalam bahasa Jawa, kata "katik" memiliki arti sebagai "katai" atau "tidak bergerak". Dalam konteks sejarah, kata "katik" digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak bergerak atau tidak berpartisipasi dalam suatu kegiatan atau perdebatan.

Penggunaan Kata "katik" dalam Kalimat

Kata "katik" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan seseorang yang tidak berpartisipasi atau tidak bergerak dalam suatu kegiatan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "katik" dalam kalimat: - Saya tidak bisa memahami mengapa dia tetap katik dalam rapat tersebut. - Dalam perdebatan itu, dia tetap katik dan tidak memberikan pendapatnya. - Orang tua saya selalu mengatakan bahwa saya harus tidak katik dan berani mengemukakan pendapat saya.

Relevansi Kata "katik" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "katik" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat kita, kata "katik" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak berpartisipasi atau tidak bergerak dalam suatu kegiatan. Namun, kata "katik" juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pandangan yang berbeda dan tidak ingin berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Oleh karena itu, kata "katik" masih memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita.