Arti Kata "kata wantahan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kata wantahan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kata wantahan

kata yang diserap dari bahasa asing dan digunakan dalam bentuk aslinya, misalnya de facto, de jure

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kata wantahan"

📝 Contoh Penggunaan kata "kata wantahan" dalam Kalimat

1.Dalam prakteknya, de facto adalah pemerintahan yang berkuasa di suatu daerah.
2.Pada era modern ini, masyarakat semakin banyak menggunakan kata wantahan yang berasal dari bahasa Inggris.
3.Dalam buku sastra, penulis menggunakan kata wantahan untuk menggambarkan keadaan yang tidak rasional.
4.Dalam konteks pendidikan, guru memperkenalkan istilah de jure untuk memahami konsep hukum yang berlaku.
5.Dalam berbicara, seseorang mengatakan bahwa keputusan de facto telah diambil oleh pemimpin.

📚 Artikel terkait kata "kata wantahan"

Mengenal Kata 'kata wantahan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kata Wantahan" dalam Bahasa Indonesia

Kata **kata wantahan** adalah istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan kata-kata yang diserap dari bahasa asing dan digunakan dalam bentuk aslinya. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, dengan awal mula yang terkait dengan peradaban dan perdagangan antar bangsa. Dalam konteks historis, kata **kata wantahan** berkembang sebagai hasil dari proses globalisasi dan kolonialisme. Saat itu, banyak kata-kata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia, terutama dari bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Portugis. Kata-kata ini kemudian diserap dan digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam politik, ekonomi, dan budaya. Contoh-contoh penggunaan kata **kata wantahan** dalam kalimat yang alami adalah: * "Lebih dari 50 tahun, _de facto_ pemerintah telah memimpin negara ini." * "Hukum _de jure_ yang ada saat ini tidak memungkinkan perubahan besar-besaran." * "Kita harus memahami bahwa kata-kata _wantahan_ ini seringkali digunakan untuk membingungkan kita." Kata **kata wantahan** memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, kata-kata _wantahan_ seringkali digunakan untuk menggambarkan fenomena sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks penggunaan kata **kata wantahan** dalam berbagai konteks.