Arti Kata "kartel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kartel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kartel

kar·tel /kartél/ n 1 organisasi perusahaan besar (negara dsb) yg memproduksi barang yg sejenis; 2 Man persetujuan sekelompok perusahaan dng maksud mengendalikan harga komoditas tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kartel"

📝 Contoh Penggunaan kata "kartel" dalam Kalimat

1.Negara tersebut diduga telah membentuk kartel dengan perusahaan lain untuk mengendalikan pasokan minyak.
2.kartel perusahaan minyak dunia sering kali dikritik karena praktiknya yang monopolistik.
3.Dalam novel itu, kartel mafia mengendalikan kegiatan ilegal di kota besar.
4.Pemerintah harus mengetahui apakah perusahaan itu bukanlah bagian dari kartel yang berusaha mengendalikan harga produk.
5.Mereka tidak ingin menjadi korban kartel yang mengendalikan harga komoditas penting.

📚 Artikel terkait kata "kartel"

Mengenal Kata 'kartel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kartel" - Strategi Bisnis yang Berdampak Besar

Kata "kartel" seringkali menjadi perbincangan hangat dalam dunia ekonomi dan bisnis. Dalam arti resmi, kartel adalah organisasi perusahaan besar yang memproduksi barang sejenis, dengan tujuan mengendalikan harga komoditas tertentu. Konsep ini telah ada sejak lama, tetapi semakin populer sejak adanya globalisasi dan persaingan bisnis yang ketat. Kartel seringkali dianggap sebagai strategi bisnis yang efektif untuk mengendalikan pasar, tetapi juga memiliki dampak negatif yang signifikan. Dalam sejarah, banyak perusahaan yang menggunakan kartel untuk memonopoli pasar dan mengatur harga komoditas. Contoh kartel yang paling terkenal adalah OPEC, yang merupakan organisasi negara-negara produsen minyak yang bekerja sama untuk mengendalikan harga minyak di pasar global. Dalam kehidupan sehari-hari, kartel dapat dilihat dalam berbagai konteks. Contohnya, jika sebuah perusahaan yang menjual peralatan kantor memiliki kartel dengan perusahaan lain, maka mereka dapat bekerja sama untuk menetapkan harga yang sama untuk produk mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengendalikan pasar dan menguntungkan diri sendiri. Kartel juga dapat dilihat dalam konteks ekonomi makro, seperti ketika negara-negara bekerja sama untuk mengendalikan harga komoditas internasional. Dalam budaya Indonesia modern, kartel seringkali dianggap sebagai strategi bisnis yang tidak etis. Banyak orang yang melihat kartel sebagai tindakan yang tidak adil dan tidak transparan. Oleh karena itu, banyak pemerintah dan organisasi yang berusaha untuk mencegah kartel dan mengatur pasar agar lebih kompetitif. Dengan demikian, konsumen dapat menikmati harga yang lebih rendah dan produk yang lebih berkualitas. Dalam kesimpulan, kartel adalah konsep bisnis yang kompleks dan memiliki dampak besar pada pasar. Dengan memahami konsep kartel, kita dapat memahami bagaimana perusahaan dan negara-negara bekerja sama untuk mengendalikan harga komoditas dan menguntungkan diri sendiri. Namun, kartel juga dapat memiliki dampak negatif yang signifikan, sehingga perlu diatur dengan baik untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.