Arti Kata "peleh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "peleh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

peleh

pe·leh /péléh/ v memisah (dua orang yg sedang berkelahi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "peleh"

📝 Contoh Penggunaan kata "peleh" dalam Kalimat

1.Kepolisian datang untuk melehtengi pertengkaran di antara dua warga tersebut.
2.Penghuni asrama dipanggil untuk melehtengi perkelahian di antara teman-temannya.
3.Ibu melehtengi anaknya yang sedang bermain dengan anak tetangga yang lebih besar.
4.Pengadilan memutuskan untuk melehtengi perselisihan antara dua perusahaan besar.
5.Pedagang melehtengi perselisihan antara dua pedagang lainnya di pasar tradisional.

📚 Artikel terkait kata "peleh"

Mengenal Kata 'peleh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Peleh" - Menghentikan Sengketa dengan Bijak

Kata "peleh" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini berarti memisahkan dua orang yang sedang berkelahi. Konteks historis dan sosial dari kata ini mencerminkan peran penting dari masyarakat dalam menghentikan konflik dan memulihkan ketenangan.

Contoh Penggunaan Kata "Peleh" dalam Bahasa Indonesia

Kata "peleh" sering digunakan dalam kalimat yang alami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Pak Ustazah berhasil peleh dua anak kecil yang sedang bermain dan berkerumun," atau "Pengurus pemadangan berhasil peleh konflik antara petani dengan pekerja konstruksi." Dalam kedua kalimat tersebut, kata "peleh" digunakan untuk menggambarkan aksi menghentikan sengketa atau konflik.

Relevansi Kata "Peleh" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "peleh" memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi konflik dan sengketa di komunitas. Dalam budaya Indonesia modern, menghentikan sengketa dengan bijak adalah keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki. Dengan kata "peleh", kita dapat menggambarkan aksi yang bijak dan efektif dalam mengatasi konflik dan memulihkan ketenangan.