Arti Kata "kain pendinding miang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kain pendinding miang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kain pendinding miang

kain pen.din.ding miang, uang pen.din.ding malu Peribahasa segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kain pendinding miang"

📝 Contoh Penggunaan kata "kain pendinding miang" dalam Kalimat

1.Kebiasaan menggunakakn kain pendinding miang dalam kehidupan sehari-hari tidak perlu dianggap sebagai hal yang tabu.
2.Kata-kata kain pendinding miang sering digunakan dalam peribahasa untuk mengajarkan pentingnya menggunakan sesuatu dengan bijak.
3.Dalam konteks pendidikan, kain pendinding miang sering digunakan sebagai bahan ajar untuk mengajarkan pentingnya bersikap bijak.
4.Saya tidak ingin menghargai kehadiran teman saya dengan kain pendinding miang sembarangan.
5.Penggunaan kain pendinding miang dalam percakapan sehari-hari seringkali menunjukkan bahwa seseorang telah berbuat salah.

📚 Artikel terkait kata "kain pendinding miang"

Mengenal Kata 'kain pendinding miang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kain Pendinding Miang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kain pendinding miang" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, kata ini mengacu pada kain yang digunakan untuk menutupi atau menutup sesuatu, tetapi dalam konteks peribahasa, kata ini memiliki makna yang lebih dalam. Dalam peribahasa "segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir", kata "kain pendinding miang" digunakan untuk mengungkapkan pentingnya menggunakan sesuatu dengan tepat dan tidak berlebihan. Dalam sejarah, kata "kain pendinding miang" memiliki makna yang terkait dengan kebiasaan masyarakat lama. Masyarakat lama biasanya menggunakan kain untuk menutupi badan mereka saat berada di tempat-tempat tertentu, seperti saat berdoa atau saat menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan. Dengan menggunakan kain, mereka dapat menunjukkan rasa hormat dan kesopanan. Dalam konteks ini, kata "kain pendinding miang" menjadi simbol dari rasa hormat dan kesopanan. Kata "kain pendinding miang" juga dapat digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia menggunakan kain pendinding miang saat menghadapi keadaan yang sulit, sehingga ia dapat menunjukkan rasa hormat dan kesopanan." Atau, "Ketika saya melihat kain pendinding miang yang digunakan oleh nenek saya, saya merasa hormat dan teringat akan kebiasaan masyarakat lama." Dalam contoh-contoh ini, kata "kain pendinding miang" digunakan untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam tentang rasa hormat dan kesopanan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kain pendinding miang" masih memiliki relevansi yang sangat besar. Dalam beberapa budaya di Indonesia, masih ada tradisi menggunakan kain untuk menutupi badan saat berada di tempat-tempat tertentu. Selain itu, kata "kain pendinding miang" juga dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menggunakan sesuatu dengan tepat dan tidak berlebihan. Dengan menggunakan kata "kain pendinding miang", kita dapat memahami pentingnya rasa hormat dan kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.