Arti Kata "sendok besar tak mengenyang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sendok besar tak mengenyang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sendok besar tak mengenyang

Peribahasa tidak ada buktinya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sendok besar tak mengenyang"

📝 Contoh Penggunaan kata "sendok besar tak mengenyang" dalam Kalimat

1.Di pengadilan, tuduhan korupsi terhadap mantan direktur ternyata sendok besar tak mengenyang.
2.Saya tidak percaya dengan klaimnya karena sendok besar tak mengenyang dalam laporan keuangan perusahaan.
3.Dalam sejarah bangsa, kejayaan tidak pernah terjadi tanpa sendok besar tak mengenyang dalam kemerosotan.
4.Saya tidak akan percaya cerita tentang penemuan tambang emas yang tersembunyi karena sendok besar tak mengenyang dalam pelacakan.
5.Keterlibatan politik dalam kasus korupsi tidak pernah terungkap karena sendok besar tak mengenyang dalam penyelidikan.

📚 Artikel terkait kata "sendok besar tak mengenyang"

Mengenal Kata 'sendok besar tak mengenyang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sendok besar tak mengenyang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sendok besar tak mengenyang" adalah salah satu peribahasa yang sangat populer di Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu "tidak ada buktinya" atau "tidak ada bukti". Kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam tulisan. Peribahasa "sendok besar tak mengenyang" memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Kata "sendok" di sini tidak hanya berarti alat makan, tetapi juga dapat diartikan sebagai petunjuk atau bukti. Jadi, jika sendok besar tidak mengenyangkan, maka itu berarti tidak ada bukti atau petunjuk yang jelas. Peribahasa ini sering digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu klaim atau pernyataan tidak memiliki bukti yang kuat. Contoh penggunaan kata "sendok besar tak mengenyang" dalam kalimat yang alami adalah: "Dia mengatakan bahwa dia akan menyelesaikan proyek itu dalam waktu seminggu, tapi itu hanya **sendok besar tak mengenyang**, karena dia tidak pernah menyelesaikan proyek yang sulit sebelumnya." Dalam contoh ini, kata "sendok besar tak mengenyang" digunakan untuk menunjukkan bahwa klaim yang dia buat tidak memiliki bukti yang kuat. Peribahasa "sendok besar tak mengenyang" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era digital yang sangat cepat, banyak orang yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan klaim yang tidak akurat. Dalam hal ini, peribahasa "sendok besar tak mengenyang" dapat digunakan sebagai pengingat untuk kita semua untuk tidak terlalu cepat percaya informasi yang tidak memiliki bukti yang kuat.