Arti Kata "jelma" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jelma" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jelma

jel·ma, men·jel·ma v 1 lahir kembali menjadi manusia dsb: beliau dipuja-puja sbg Dewa yg ~; 2 mewujudkan diri; mengambil bentuk (rupa dsb): dewa Wisnu ~ menjadi seekor burung rajawali; 3 tergambar; terlukis: segenap pribadinya ~ dl karangannya;
men·jel·ma·kan v 1 memasukkan; menuangkan (tt jiwa, angan-angan, cita-cita, harapan, dsb) ke dl sesuatu: belum ada lagi pujangga yg dapat ~ cita-cita masyarakat ke dl roman yg baru; 2 melahirkan; menciptakan; mewujudkan (tt karangan dsb): ia belum dapat ~ hasil sastra yg bertaraf internasional;
ter·jel·ma v 1 dapat dijelmakan; terlihat; dapat muncul; 2 ki tergambarkan; tertuang: materi yg diajarkan dl kisi-kisi soal tsb di atas hendaknya ~ secara nyata;
pen·jel·ma·an n 1 perwujudan: Rama dianggap sbg ~ Wisnu; 2 penerapan; pelaksanaan: rakyat Indonesia menolak segala ~ sistem penjajahan ke dl sistem pemerintahan demokrasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jelma"

📝 Contoh Penggunaan kata "jelma" dalam Kalimat

1.Dalam pewayangan Jawa, Arjuna dipuja-puja sebagai dewa yang jelma.
2.Di dalam puisinya, segenap pribadinya terlukis dengan begitu indahnya.
3.Sebagai penulis, ia belum dapat menjelma hasil sastra yang bertaraf internasional.
4.Materi yang diajarkan di sekolah hendaknya terjelma secara nyata agar lebih mudah dipahami siswa.
5.Rakyat Indonesia menolak segala penjelmaan sistem penjajahan ke dalam sistem pemerintahan demokrasi.

📚 Artikel terkait kata "jelma"

Mengenal Kata 'jelma' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jelma" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jelma" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini berkaitan dengan proses transformasi dari satu bentuk ke bentuk lain, baik dalam konteks spiritual, emosional, atau fisik. Dalam sejarah, kata "jelma" sering digunakan untuk menggambarkan proses transformasi dari dewa atau makhluk halus menjadi manusia atau bentuk lain. Dalam konteks spiritual, kata "jelma" memiliki makna yang mendalam. Misalnya, dalam mitologi Hindu, Wisnu dapat jelma menjadi seekor burung rajawali untuk menjelajahi dunia. Dalam konteks ini, kata "jelma" menggambarkan proses transformasi dari satu bentuk ke bentuk lain, yang dapat membantu kita memahami prinsip-prinsip spiritual yang lebih mendalam. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "jelma" dalam kalimat yang alami: * Dewa Brahma dapat jelma menjadi seekor ikan untuk menjelajahi laut. * Seniman dapat jelma menjadi karakter dalam cerita yang dia tulis. * Manusia dapat jelma menjadi hewan untuk menjelajahi alam. Kata "jelma" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam konteks pendidikan, kata "jelma" dapat digunakan untuk menggambarkan proses transformasi dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti dari materi teori ke praktik. Dalam konteks ini, kata "jelma" dapat membantu kita memahami pentingnya proses transformasi dalam pembelajaran. Dalam budaya Indonesia modern, kata "jelma" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks sastra, kata "jelma" dapat digunakan untuk menggambarkan proses transformasi dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti dari puisi ke cerita. Dalam konteks ini, kata "jelma" dapat membantu kita memahami pentingnya proses transformasi dalam kreativitas. Dalam kesimpulan, kata "jelma" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami makna dan konteks kata "jelma", kita dapat memahami proses transformasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.