Arti Kata "calar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "calar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

calar

ca·lar n baret (gores, parut) pd kulit (krn terkena benda tajam);
ca·lar-ba·lar a cakar-balar; banyak baretnya (parutnya); berbaret-baret, berparut-parut;
ber·ca·lar v bergores; bergaris; berparut;
men·ca·lar·kan v menggoreskan;
ter·ca·lar v ki menjadi rusak (tidak baik)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "calar"

📝 Contoh Penggunaan kata "calar" dalam Kalimat

1.Dia mengalami cedera yang berat setelah terkena cakar singa di hutan.
2.Ketika bermain, anak-anaknya bermain berlari dengan bercahaya mata.
3.Ibu-ibu di desa tersebut berdatangan untuk mengunjungi rumah yang baru didirikan dengan bercahaya terang.
4.Saya merasa sedih melihat wajah ayah yang tercalar parut-parut akibat kecelakaan.
5.Kita harus berhati-hati saat berada di tempat kerja, karena permukaan lantai dapat tercalar dengan mudah.

📚 Artikel terkait kata "calar"

Mengenal Kata 'calar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "calar" - Kunci Menghadapi Kehidupan yang Menantang

Kata "calar" memiliki makna yang kompleks dan beragam dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini mengacu pada baret atau parut yang muncul pada kulit akibat terkena benda tajam. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata "calar" dapat memiliki arti yang lebih luas, seperti caharan atau tanda kecacatan pada tubuh.

Contoh Penggunaan Kata "calar" dalam Bahasa Sehari-hari

Kata "calar" sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan keadaan kulit yang tidak enak. Misalnya, "Dia memiliki calar di wajahnya setelah terjatuh" atau "Dia memiliki calar di lengan atasnya setelah terkena benda tajam". Selain itu, kata "calar" juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan benda yang rusak atau tidak baik, seperti "Benda itu telah tercalar dan tidak bisa digunakan lagi".

Relevansi Kata "calar" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "calar" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keamanan dan kesehatan. Dalam situasi keamanan, kata "calar" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan tubuh yang terluka akibat kejadian tidak diinginkan. Sementara itu, dalam konteks kesehatan, kata "calar" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan kulit yang tidak enak atau terdapat caharan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "calar" juga memiliki arti yang lebih luas, seperti menggambarkan keadaan benda yang tidak baik atau rusak. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks penggunaan kata "calar" agar dapat berkomunikasi dengan efektif dalam berbagai situasi.