Arti Kata "jelangkung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jelangkung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jelangkung

je·lang·kung /jélangkung/ n boneka (orang-orangan, yg dilengkapi alat tulis di tangan, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dl boneka tsb diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jelangkung"

📝 Contoh Penggunaan kata "jelangkung" dalam Kalimat

1.Dalam tradisi Sunda, jelangkung digunakan sebagai alat komunikasi dengan arwah.
2.Seorang dukun menggunakan jelangkung untuk memanggil arwah seorang yang telah meninggal.
3.Dalam budaya tradisional Jawa, jelangkung dianggap sebagai alat ritual yang sangat penting.
4.jelangkung digunakan sebagai bahan ajar untuk mempelajari tentang kebudayaan tradisional.
5.Dalam kisah rakyat, seorang bayi yang meninggal lahir sebagai jelangkung setelah kematian.

📚 Artikel terkait kata "jelangkung"

Mengenal Kata 'jelangkung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jelangkung" - Boneka Ajaib dalam Tradisi Sunda

Kata "jelangkung" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara historis, kata ini terkait dengan tradisi Sunda yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jelangkung adalah boneka yang digunakan untuk memanggil arwah, biasanya orang-orangan yang meninggal. Boneka ini dilengkapi dengan alat tulis di tangan, sehingga jika arwah masuk ke dalam boneka, tanya jawab dan jawaban arwah dapat diberikan melalui tulisan tangan boneka itu. Contoh penggunaan kata jelangkung dalam kalimat yang alami adalah: "Pada hari itu, para pengikut tradisi Sunda membawa jelangkung untuk memanggil arwah leluhur mereka, sehingga mereka dapat mendengar nasihat dan saran dari arwah tersebut." Selain itu, kata jelangkung juga digunakan dalam konteks lain, seperti: "Boneka jelangkung tersebut diadopsi sebagai simbol kekuatan spiritual dalam masyarakat Sunda." Dan lagi, "Penggunaan jelangkung dalam upacara adat Sunda masih diperdebatkan oleh para ahli, karena tidak semua orang setuju dengan praktik ini." Kata jelangkung memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda. Mereka percaya bahwa jelangkung dapat membantu menjalin hubungan dengan arwah leluhur, sehingga mereka dapat memperoleh saran dan nasihat yang bermanfaat. Selain itu, jelangkung juga dianggap sebagai simbol kekuatan spiritual yang dapat membantu masyarakat Sunda dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Dalam budaya Indonesia modern, kata jelangkung masih digunakan dalam beberapa konteks, seperti dalam seni budaya dan pengembangan tradisi. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan jelangkung haruslah dilakukan dengan hati-hati dan hormat terhadap tradisi dan kepercayaan masyarakat Sunda. Dengan demikian, kita dapat menikmati keindahan dan keunikan kata jelangkung dalam konteks budaya Indonesia.