Arti Kata "israf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "israf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

israf

is·raf Ar a boros: hidupnya --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "israf"

📝 Contoh Penggunaan kata "israf" dalam Kalimat

1.Dia mengepang kebiasaan borosnya yang sering mengakibatkan kekurangan uang.
2.Penggunaan energi listrik yang berlebihan akan mengakibatkan israf dan meningkatkan biaya.
3.Ketika sedang bekerja, dia tidak pernah mengepung sisa makanan untuk menghindari israf.
4.Masyarakat harus berhemat dan tidak melakukan israf untuk mengurangi beban lingkungan.
5.Pengusaha harus memahami pentingnya mengurangi israf dalam penggunaan sumber daya perusahaan.

📚 Artikel terkait kata "israf"

Mengenal Kata 'israf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "israf" - Membangun Kehidupan yang Lebih Produktif

Kata "israf" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini didefinisikan sebagai "boros" atau "menghabiskan sesuatu dengan tidak rasional". Makna ini sangat relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan kebutuhan yang semakin meningkat. Dalam sejarah, kata "israf" telah digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, di masa lalu, orang-orang sering digambarkan sebagai orang yang "israf" dalam menggunakan sumber daya alam. Mereka mengambil sumber daya alam tanpa memikirkan dampak negatif yang akan ditimbulkan. Dalam konteks ini, kata "israf" digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak berkelanjutan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "israf" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Ibu saya sangat israf dalam menggunakan air," kata anaknya, "Dia selalu mengisi bak mandi dengan air yang sangat banyak." Dalam contoh lain, "Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi israf energi," kata seorang aktivis lingkungan. "Kita harus menggunakan energi dengan lebih efisien dan bertanggung jawab." Dalam budaya Indonesia modern, kata "israf" memiliki makna yang sangat relevan. Dalam konteks ini, kata "israf" digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak rasional dan tidak bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya alam dan keuangan. Dalam era globalisasi, kita harus lebih bijak dalam menggunakan sumber daya alam dan keuangan kita. Kita harus menghindari perilaku "israf" dan lebih fokus pada kebutuhan yang sebenarnya. Dengan demikian, kita dapat membangun kehidupan yang lebih produktif dan bertanggung jawab.