Arti Kata "ikonoklasme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ikonoklasme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ikonoklasme

iko·no·klas·me n gerakan untuk menghapuskan gambar dan patung dr ibadat suatu agama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ikonoklasme"

📝 Contoh Penggunaan kata "ikonoklasme" dalam Kalimat

1.Gerakan iconoklasme pada abad ke-8 merupakan peristiwa penting dalam sejarah Kristen.
2.Pada masa kini, beberapa kelompok masyarakat masih mengadopsi ide iconoklasme dalam menentang perayaan agama.
3.Dalam karya sastra "Don Quixote" karya Miguel de Cervantes, tokoh utama mengalami kehilangan daya ingatnya setelah terkena serangan iconoklasme.
4.Pendidik perlu memahami konsep iconoklasme dalam sejarah agama agar dapat memberikan gambaran yang tepat kepada muridnya.
5.Di beberapa negara, gerakan iconoklasme dianggap sebagai tindakan ekstrem dan diharamkan oleh pemerintah.

📚 Artikel terkait kata "ikonoklasme"

Mengenal Kata 'ikonoklasme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ikonoklasme" - Hukum dan Ketidaksuburan

Makna Umum dan Konteks Historis

Ikonoklasme adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani "eikonoklasmos," yang artinya "penghancuran gambar." Dalam konteks historis, ikonoklasme mengacu pada gerakan yang berkembang pada abad ke-8 di Kekaisaran Bizantium, yang bertujuan untuk menghapuskan gambar dan patung di tempat-tempat ibadat. Gerakan ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap penggunaan gambar-gambar dalam agama Kristen, yang dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala.

Contoh Penggunaan Kata Ikonoklasme

Kata "ikonoklasme" sering digunakan dalam konteks agama dan sejarah. Misalnya, "Gerakan ikonoklasme di Bizantium merupakan contoh dari perlawanan terhadap penggunaan gambar-gambar dalam agama." Atau, "Penghancuran patung-patung Buddha di Candi Borobudur merupakan contoh dari ikonoklasme di masa lalu." Dalam kalimat lain, "Gerakan ikonoklasme di masa kini masih terus berkembang, baik dalam bentuk penghancuran patung-patung maupun dalam bentuk kritik terhadap penggunaan gambar-gambar dalam agama."

Relevansi Ikonoklasme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ikonoklasme bukan hanya merupakan fenomena sejarah, tetapi juga masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks modern, ikonoklasme dapat dilihat dalam bentuk kritik terhadap penggunaan gambar-gambar dalam media massa. Misalnya, beberapa orang mungkin menganggap bahwa penggunaan gambar-gambar yang terlalu realistis dalam film atau televisi merupakan bentuk ikonoklasme. Dalam konteks budaya Indonesia, ikonoklasme dapat dilihat dalam bentuk kritik terhadap penggunaan gambar-gambar dalam seni rupa atau karya seni lainnya.