Arti Kata "hubar-habir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hubar-habir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hubar-habir

hu·bar-ha·bir a berantakan; kacau balau: perang saudara itu belum berakhir, dan ekonomi negara itu bertambah --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hubar-habir"

📝 Contoh Penggunaan kata "hubar-habir" dalam Kalimat

1.Perekonomian negara itu berada dalam keadaan hubar-habir sehingga banyak masyarakat yang terdampak.
2.Kantor pusat perusahaan tersebut berada di daerah yang hubar-habir setelah hujan.
3.Saat itu, situasi di kota menjadi hubar-habir karena bencana alam yang terjadi.
4.Pemerintah harus segera mengatasi keadaan hubar-habir di daerah yang terkena bencana.
5.Kondisi hubar-habir di sekolah ini tidak bisa dikatakan kondusif bagi proses belajar mengajar.

📚 Artikel terkait kata "hubar-habir"

Mengenal Kata 'hubar-habir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "hubar-habir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hubar-habir" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan situasi yang berantakan, kacau balau, atau tidak teratur. Kata ini memiliki latar belakang historis yang unik, berkaitan dengan perang saudara dan kekacauan sosial yang melanda suatu negara. Dalam konteks ini, kata "hubar-habir" menggambarkan kondisi yang tidak stabil dan tidak terarah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "hubar-habir" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terduga atau tidak teratur. Contoh penggunaan kata "hubar-habir" dalam kalimat yang alami adalah: "Setelah perang saudara, ekonomi negara itu menjadi sangat hubar-habir, dan sulit untuk memulai kembali". Atau, "Kota kami telah menjadi sangat hubar-habir setelah bencana alam yang melanda". Kata "hubar-habir" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, kata "hubar-habir" dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terduga atau tidak teratur, seperti kekacauan lalu lintas atau keterlambatan dalam pekerjaan. Dalam budaya Indonesia, kata "hubar-habir" juga dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak stabil atau tidak terarah, seperti dalam konteks politik atau ekonomi.