Arti Kata "hitam di atas putih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hitam di atas putih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hitam di atas putih

Peribahasa dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hitam di atas putih"

📝 Contoh Penggunaan kata "hitam di atas putih" dalam Kalimat

1.Perjanjian antara dua pihak haruslah tertulis secara jelas dan hitam di atas putih agar tidak ada kesalahpahaman.
2.Dalam persetujuan kerja sama antara perusahaan A dan B, hal-hal yang telah disepakati haruslah ditulis secara jelas hitam di atas putih.
3.Pada kontrak pernikahan, pasangan suami istri harus menandatangani dengan tinta hitam di atas putih sebagai bukti sahnya pernikahan.
4.Sebelum menerima pinjaman dari bank, seseorang harus menandatangani perjanjian pinjaman dan hitam di atas putih agar tidak ada kesalahpahaman.
5.Dalam dunia bisnis, perjanjian yang telah disepakati haruslah ditulis secara jelas hitam di atas putih agar tidak ada kesalahpahaman pada saat pelaksanaan.

📚 Artikel terkait kata "hitam di atas putih"

Mengenal Kata 'hitam di atas putih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hitam di Atas Putih" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hitam di atas putih" adalah peribahasa yang telah melekat dalam budaya Indonesia sejak zaman dahulu. Secara harfiah, kata ini berarti menulis atau merekam perjanjian, janji, atau kesepakatan dalam bentuk tulisan, bukan hanya dalam bentuk kata-kata biasa. Hal ini menunjukkan bahwa perjanjian atau kesepakatan tersebut dianggap sangat penting dan harus diabadikan dalam bentuk yang lebih permanen. Dalam konteks sejarah, peribahasa "hitam di atas putih" seringkali digunakan untuk menggambarkan proses pembuatan perjanjian antara pihak-pihak yang berbeda, seperti antara penjajah dan bangsa Indonesia. Perjanjian-perjanjian tersebut kemudian ditulis dalam bahasa Belanda, tetapi juga diabadikan dalam bahasa Indonesia sebagai tanda pengakuan dan penghargaan. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi simbol perjanjian yang sah dan dapat dipercaya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "hitam di atas putih" dalam kalimat yang alami: * "Perjanjian antara pihak-pihak tersebut ditandatangani dan dicatat dalam buku hitam di atas putih untuk memastikan keabsahan kesepakatan tersebut." * "Dia menuliskan perjanjian tersebut di atas kertas hitam di atas putih untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam menulisnya." * "Proses pembuatan perjanjian tersebut sangat panjang, tetapi akhirnya berhasil ditandatangani dan dicatat dalam buku hitam di atas putih." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "hitam di atas putih" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita membuat perjanjian dengan teman atau kerabat, kita seringkali menulis perjanjian tersebut di atas kertas atau aplikasi tertentu untuk memastikan bahwa perjanjian tersebut sah dan dapat dipercaya. Dengan demikian, peribahasa "hitam di atas putih" masih relevan dan berlaku dalam kehidupan sehari-hari kita.