Arti Kata "bejat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bejat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bejat

be·jat Jw a 1 rusak (anyaman, sol sepatu, dsb): tikar itu -- krn dimakan tikus; 2 ki rusak (tt akhlak, budi pekerti); buruk (kelakuan);
mem·be·jat·kan v menyebabkan bejat; merusakkan;
ke·be·jat·an n kerusakan; kebobrokan; keburukan: harta yg melimpah sering menimbulkan - moral

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bejat"

📝 Contoh Penggunaan kata "bejat" dalam Kalimat

1.Kerajinan tangan anak-anak itu rusak karena dimakan tikus.
2.Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku remaja telah menjadi sangat bejat.
3.Kerusakan lingkungan disebabkan oleh tindakan manusia yang bejat.
4.Pembiayaan yang melimpah sering menimbulkan kebejatan moral pada seseorang.
5.Kerusakan akhlak yang ditimbulkan oleh media sosial sangatlah bejat.

📚 Artikel terkait kata "bejat"

Mengenal Kata 'bejat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bejat" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "bejat" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang rusak, baik itu fisik maupun moral. Dalam konteks historis, kata "bejat" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang kurang baik, seperti rusaknya akhlak atau budi pekerti. Dalam budaya Indonesia kuno, kata "bejat" juga digunakan untuk menggambarkan kondisi alam yang kurang baik, seperti tanah yang rusak atau air yang keruh.

Contoh Penggunaan Kata Bejat

Kata "bejat" sering digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan kondisi fisik atau moral yang kurang baik. Contoh penggunaan kata "bejat" adalah sebagai berikut: * Tikar itu bejat karena dimakan tikus. * Sifatnya yang bejat telah merusak hubungan kita dengan teman. * Kondisi keuangan kita yang bejat membuat kita harus berhemat.

Relevansi Kata Bejat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "bejat" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bejat" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang kurang baik, seperti korupsi, eksploitasi, dan kejahatan lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus berhati-hati dalam menghadapi kondisi "bejat" yang dapat merusak moral dan budi pekerti kita. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk menjadi orang yang baik dan berintegritas.