Arti Kata "hedonisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hedonisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hedonisme

he·do·nis·me /hédonisme/ n pandangan yg menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sbg tujuan utama dl hidup

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hedonisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "hedonisme" dalam Kalimat

1.Pandangan hidup hedonisme menciptakan masalah etika dalam masyarakat.
2.Pemikiran hedonisme sering dianggap sebagai kebebasan dalam mengejar hobi.
3.Dalam budaya Barat, kehidupan hedonisme sering dihubungkan dengan konsumsi dan kepuasan.
4.Pendapat hedonisme tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral.
5.Kebiasaan hidup hedonisme seringkali dianggap tidak seimbang dengan kehidupan sosial.

📚 Artikel terkait kata "hedonisme"

Mengenal Kata 'hedonisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hedonisme" - Inspirasi dan Motivasi

Pandangan hidup yang menekankan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama adalah hedonisme. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, seperti yang dapat dilihat dalam filosofi Yunani kuno. Di masa itu, hedonisme diartikan sebagai suatu cara hidup yang mengejar kebahagiaan dan kesenangan, meskipun sering kali dianggap sebagai cara hidup yang tidak bertanggung jawab atau egois. Di konteks modern, hedonisme masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang suka menghabiskan uang untuk kegiatan rekreasi atau membeli barang mewah, dapat dianggap sebagai penganut hedonisme. Begitu pula dengan seseorang yang suka menikmati hidup dan tidak terlalu peduli dengan tanggung jawab atau kewajiban lainnya. Hedonisme juga dapat dilihat dalam berbagai aspek budaya Indonesia modern. Misalnya, fenomena "gramer" yang sering kali menampilkan kehidupan mewah dan eksklusif dapat dianggap sebagai manifestasi hedonisme dalam masyarakat. Selain itu, kecenderungan masyarakat untuk menghabiskan uang pada kegiatan rekreasi atau membeli barang mewah juga dapat dianggap sebagai contoh hedonisme dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, hedonisme telah menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa orang melihat hedonisme sebagai cara hidup yang positif dan bahagia, sedangkan beberapa orang lain melihatnya sebagai cara hidup yang tidak bertanggung jawab atau egois. Apakah Anda termasuk penganut hedonisme atau tidak, pandangan ini masih tetap menarik untuk dipertimbangkan.