Arti Kata "hara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hara

1ha·ra n ikan darat, Osteochilus melanopleura

2ha·ra n Bio zat yg diperlukan tumbuhan atau hewan untuk pertumbuhan, pembentukan jaringan dan kegiatan hidup lainnya, diperoleh dr bahan mineral, msl zat putih telur, zat arang, vitamin, mineral

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hara"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "hara" dalam Kalimat

1.Sangatlah penting untuk memastikan bahwa ikan hampala di sungai memiliki hara yang memadai.
2.Pada umumnya, tumbuhan hijau tidak dapat berkembang tanpa hara yang cukup.
3.Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan kandungan hara dalam tanah.
4.Saat ini, banyak penelitian yang membahas tentang penggunaan hara dalam pertanian organik.
5.Dalam biologi, hara diperlukan oleh tubuh untuk membentuk jaringan yang sehat.

πŸ“š Artikel terkait kata "hara"

Mengenal Kata 'hara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hara" - Gizi Alam untuk Tumbuhan dan Hewan

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "hara" memiliki makna yang sangat luas di dalam bahasa Indonesia. Secara umum, hara merujuk pada zat yang diperlukan oleh tumbuhan dan hewan untuk pertumbuhan, pembentukan jaringan, dan kegiatan hidup lainnya. Zat ini diperoleh dari bahan mineral seperti zat putih telur, zat arang, vitamin, dan mineral. Konsep hara sudah ada sejak zaman kuno, ketika masyarakat tradisional Indonesia memahami bahwa makanan yang seimbang dan bergizi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan energi.

Penggunaan Kata Hara dalam Kalimat Sehari-hari

Kata hara sering digunakan dalam kalimat sehari-hari untuk menjelaskan kebutuhan tumbuhan dan hewan akan nutrisi. Contohnya, "Tumbuhan membutuhkan **hara** dari tanah untuk tumbuh dan berkembang." atau "Hewan membutuhkan **hara** dari makanan untuk mempertahankan energi dan kesehatan." Kata hara juga digunakan dalam konteks kebutuhan manusia, seperti "Olahraga dapat memberikan **hara** bagi tubuh manusia."

Relevansi Kata Hara dalam Kehidupan Sehari-hari dan Budaya Indonesia

Kata hara memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia. Dalam konteks pertanian, konsep hara sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen. Di sisi lain, dalam konteks kesehatan, konsep hara sangat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan energi dalam tubuh manusia. Dalam budaya Indonesia, konsep hara juga terkait dengan konsep "gotong royong", dimana masyarakat bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.