Arti Kata "gemeletuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gemeletuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gemeletuk

ge·me·le·tuk v berbunyi "kertuk, kertuk" spt bunyi gigi yg bersentuhan krn menggigil kedinginan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gemeletuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "gemeletuk" dalam Kalimat

1.Gemetuk suara langkah kaki mengetuk pintu di tengah malam yang gelap.
2.Ketika cuaca dingin, gigi menggeletuk karena kedinginan.
3.Suara gemetuk pintu ruang tamu menandakan tamu telah datang.
4.Di musim dingin, gemetuk suara es meleleh di atas permukaan air.
5.Selama pesta, gemetuk suara gitar membawa kenangan indah pada tamu.

📚 Artikel terkait kata "gemeletuk"

Mengenal Kata 'gemeletuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gemeletuk" - Bunyi Menggigil yang Menyenangkan

Kata gemeletuk sering kita dengar dalam konteks orang menggigil karena kedinginan atau tidak nyaman. Namun, apakah Anda pernah memikirkan asal muasal kata ini? Gemeletuk sendiri memiliki arti yang spesifik, yaitu berbunyi "kertuk, kertuk" seperti bunyi gigi yang bersentuhan karena menggigil kedinginan. Pada masa lalu, kata gemeletuk sering digunakan untuk menggambarkan suara gigi yang menggigil karena kedinginan. Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami adalah: "Dia menggigil karena kedinginan dan membuat gemeletuk yang mengganggu." Atau, "Keesokan harinya, dia merasa lebih nyaman dan tidak lagi mengeluarkan gemeletuk karena kedinginan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata gemeletuk masih relevan digunakan untuk menggambarkan situasi orang menggigil karena kedinginan atau tidak nyaman. Selain itu, kata ini juga sering digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti dalam lagu atau cerita rakyat yang menggambarkan suasana menggigil karena kedinginan. Dalam konteks ini, gemeletuk menjadi simbol kehidupan yang tidak pernah berhenti mengalami perubahan.