Arti Kata "konstruktivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konstruktivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konstruktivisme

kon·struk·ti·vis·me n aliran pementasan drama yg menolak pemakaian latar lukisan dan bentuk dekorasi realistik agar diganti dng konstruksi lain, spt tangga dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konstruktivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "konstruktivisme" dalam Kalimat

1.Dalam konteks seni teater, konstruktivisme lebih memilih untuk memanfaatkan elemen-elemen seperti tangga dan gerobak sebagai dekorasi.
2.Pertunjukan teater yang menggunakan konstruktivisme biasanya menolak menggunakan latar belakang yang realistis.
3.Guru seni mengajarkan konsep konstruktivisme kepada siswa melalui pelajaran teater.
4.Pada abad ke-20, gerakan konstruktivisme dalam seni teater berkembang di beberapa negara Eropa.
5.Dalam sejarah teater, konstruktivisme dianggap sebagai salah satu aliran teater yang sangat berpengaruh.

📚 Artikel terkait kata "konstruktivisme"

Mengenal Kata 'konstruktivisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Konstruktivisme" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Konsep Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah sebuah aliran pementasan drama yang menolak menggunakan latar lukisan dan bentuk dekorasi realistik. Sebaliknya, konstruktivisme memilih untuk menggunakan konstruksi lain, seperti tangga, untuk menciptakan kesan yang lebih dinamis dan berinteraksi dengan penonton. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920-an oleh sekelompok seniman dan penulis Eropa, seperti Bertolt Brecht dan Erwin Piscator. Mereka ingin menciptakan sebuah bentuk seni yang lebih interaktif dan partisipatif, di mana penonton tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pertunjukan.

Penggunaan Konstruktivisme dalam Berbagai Konteks

Konstruktivisme tidak hanya digunakan dalam pementasan drama, tetapi juga dalam berbagai konteks lainnya. Misalnya, dalam desain interior, konstruktivisme dapat digunakan untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan interaktif. Dengan menggunakan konstruksi lain, seperti meja yang dapat diubah menjadi tangga, kita dapat menciptakan ruang yang lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Selain itu, konstruktivisme juga dapat digunakan dalam pengembangan produk, di mana kita dapat menciptakan produk yang lebih interaktif dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Relevansi Konstruktivisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Konstruktivisme memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia bisnis, konstruktivisme dapat digunakan untuk menciptakan proses yang lebih interaktif dan partisipatif. Dengan menggunakan konstruksi lain, seperti ruang kerja yang dapat diubah menjadi ruang pertemuan, kita dapat menciptakan proses yang lebih dinamis dan efektif. Selain itu, konstruktivisme juga dapat digunakan dalam pendidikan, di mana kita dapat menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan partisipatif. Dengan menggunakan konstruksi lain, seperti ruang belajar yang dapat diubah menjadi laboratorium, kita dapat menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.