Arti Kata "epifora" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "epifora" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

epifora

epi·fo·ra /épifora/ n Sas pengulangan sebuah kata atau lebih pd akhir beberapa larik sajak atau pd akhir beberapa frasa yg berurutan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa; pengulangan kata-kata untuk penegasan dl puisi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "epifora"

📝 Contoh Penggunaan kata "epifora" dalam Kalimat

1.Puisi itu menggunakan epifora untuk menonjolkan sentuhan emosi yang mendalam.
2.Penggunaan epifora dalam sastra dapat menambahkan efek dramatis pada cerita.
3.Dalam prosa, epifora dapat digunakan untuk mengulangi kalimat yang penting.
4.Guru mengajarkan kelas tentang epifora sebagai salah satu teknik sastra yang efektif.
5.Dalam puisi lama, epifora sering digunakan untuk mencapai kesamaan bunyi yang indah.

📚 Artikel terkait kata "epifora"

Mengenal Kata 'epifora' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "epifora" - Pengulangan Kata dalam Sastra Indonesia

Makna Umum dan Konteks Historis

Epifora adalah salah satu teknik sastra yang digunakan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa dalam sebuah puisi. Dalam konteks sejarah, epifora telah digunakan oleh penyair-penyair Yunani kuno, seperti Sappho dan Pindar, untuk menambahkan kekuatan ekspresi dalam puisi mereka. Dalam sastra Indonesia, epifora juga diterapkan oleh para penyair untuk menciptakan efek yang lebih mendalam dalam puisi mereka.

Contoh Penggunaan Epifora dalam Kalimat

Epifora dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menambahkan kekuatan ekspresi. Contohnya, dalam puisi "Sajak Cinta" oleh Chairil Anwar, epifora digunakan untuk menekankan perasaan cinta yang mendalam: "Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu Hingga akhir hayatku, aku akan mencintaimu" Dalam kalimat ini, epifora digunakan untuk menekankan perasaan cinta yang mendalam dan abadi. Epifora juga dapat digunakan dalam kalimat lain, seperti: "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hingga akhir hayatku, aku akan tetap bersamamu"

Relevansi Epifora dalam Kehidupan Sehari-Hari

Epifora tidak hanya digunakan dalam sastra, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam komunikasi, epifora dapat digunakan untuk menambahkan kekuatan ekspresi dan meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Misalnya, dalam situasi yang memerlukan penegasan, epifora dapat digunakan untuk menekankan pesan yang ingin disampaikan. Dalam budaya Indonesia modern, epifora juga memiliki relevansi dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam musik, epifora dapat digunakan untuk menciptakan efek yang lebih mendalam dalam lirik lagu. Dalam film, epifora dapat digunakan untuk menambahkan kekuatan ekspresi dalam dialog atau monolog. Dengan demikian, epifora tetap memiliki nilai yang berharga dalam kehidupan sehari-hari dan sastra Indonesia.