Arti Kata "dongkol" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dongkol" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dongkol

1dong·kol a 1 tidak bertanduk: kerbau -- itu tidak bisa bertarung; dogol; 2 ki sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi: lurah --

2dong·kol a, men·dong·kol v berperasaan kesal yg terpendam di dl hati; memendam rasa dongkol: banyak orang ~ kepadanya krn merasa ditipu;
men·dong·kol·kan v membuat menjadi dongkol: tindakannya betul-betul ~ kawan-kawannya;
pen·dong·kol n orang yg mendongkol

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dongkol"

📝 Contoh Penggunaan kata "dongkol" dalam Kalimat

1.Di desa, tidak ada lurah yang masih bisa bertindak secara efektif sekarang ini, sudah menjadi dongkol.
2.Ketika dia masih menjabat sebagai lurah, dia sangat populer dan memiliki pengaruh besar, tapi sekarang dia sudah menjadi dongkol.
3.Ketua organisasi pernah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di komunitas, tetapi sekarang dia sudah menjadi dongkol.
4.Seorang mantan kepala sekolah yang pernah sukses dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekarang sudah menjadi dongkol karena keputusannya yang salah.
5.Ketika dia masih jadi kepala desa, dia sangat dicintai oleh masyarakat, tapi sekarang dia sudah menjadi dongkol karena corupsi yang dilakukannya.

📚 Artikel terkait kata "dongkol"

Mengenal Kata 'dongkol' - Inspirasi dan Motivasi

Makna "Dongkol" dalam Bahasa Indonesia: Pengertian dan Contoh

Kata **dongkol** dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang unik dan beragam. Secara etimologis, kata ini berasal dari kata "dogol" yang berarti tidak bertanduk, seperti kerbau yang tidak bisa bertarung. Dalam konteks sosial, kata **dongkol** juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sudah tidak berkuasa lagi, seperti seorang lurah yang telah diganti. Dalam sejarah, kata **dongkol** dipakai untuk menggambarkan keadaan suatu komunitas atau organisasi yang telah kehilangan kekuasaan atau kekuatan. Misalnya, ketika seorang pemimpin yang kuat diganti oleh orang lain, kata **dongkol** digunakan untuk menggambarkan keadaan tersebut. Contoh lain, ketika seorang kerbau yang tidak bertanduk tidak bisa bersaing dengan kerbau lain yang lebih kuat, kata **dongkol** digunakan untuk menggambarkan keadaan tersebut. Contoh penggunaan kata **dongkol** dalam kalimat yang alami adalah: * "Setelah pemimpin baru terpilih, kekuasaan **dongkol** di tangan lama." * "Kerbau **dongkol** tidak bisa bersaing dengan kerbau lain yang lebih kuat." * "Setelah lurah **dongkol**, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **dongkol** masih dipakai untuk menggambarkan keadaan suatu komunitas atau organisasi yang telah kehilangan kekuasaan atau kekuatan. Misalnya, ketika seorang perusahaan yang kuat diganti oleh perusahaan lain, kata **dongkol** digunakan untuk menggambarkan keadaan tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, kata **dongkol** juga dipakai dalam konteks yang lebih luas, seperti menggambarkan keadaan suatu masyarakat yang telah kehilangan kepercayaan atau kekuasaan.