Arti Kata "disekuilibrium" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disekuilibrium" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disekuilibrium

dis·e·ku·i·lib·ri·um /disékuilibrium/ n ketakseimbangan: adanya -- sosial budaya dapat mengganggu jalannya pembangunan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disekuilibrium"

📝 Contoh Penggunaan kata "disekuilibrium" dalam Kalimat

1.Kondisi ekonomi negara saat ini mengalami ketidakseimbangan yang signifikan.
2.Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi ketakseimbangan dalam sistem keamanan nasional.
3.Ketidakstabilan politik dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam perekonomian dan sosial.
4.Menghadapi perubahan iklim yang cepat, masyarakat global harus beradaptasi dengan ketakseimbangan alam yang semakin parah.
5.Kerusuhan massal dapat mengakibatkan ketidakseimbangan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "disekuilibrium"

Mengenal Kata 'disekuilibrium' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disekuilibrium" - Ketakseimbangan dalam Pembangunan

Pada awalnya, kata "disekuilibrium" berasal dari bahasa Inggris yang berarti "ketakseimbangan". Dalam konteks sosial dan budaya, kata ini digunakan untuk menggambarkan adanya ketidakseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam arti resmi, kata disekuilibrium mengacu pada ketakseimbangan yang dapat mengganggu jalannya pembangunan sosial dan ekonomi. Dalam sejarah, kata disekuilibrium sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketidakseimbangan yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya, ketidakseimbangan antara kemakmuran dan kemiskinan, antara pendidikan dan kesadaran masyarakat, atau antara kekuasaan dan keadilan. Dalam konteks ini, kata disekuilibrium dapat menjadi indikator bahwa suatu masyarakat sedang mengalami krisis. Dalam kehidupan sehari-hari, kata disekuilibrium dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pemerintah harus mengatasi disekuilibrium antara pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan sosial." Atau, "Ketidakseimbangan dalam distribusi sumber daya dapat menyebabkan disekuilibrium dalam pembangunan desa." Dalam budaya Indonesia modern, kata disekuilibrium dapat menjadi topik yang relevan dalam berbagai diskusi. Misalnya, dalam konteks perubahan iklim, kata disekuilibrium dapat digunakan untuk menggambarkan ketakseimbangan antara produksi dan konsumsi. Atau, dalam konteks politik, kata disekuilibrium dapat digunakan untuk menggambarkan ketidakseimbangan antara kekuasaan dan keadilan. Dalam kesimpulan, kata disekuilibrium dapat menjadi alat yang efektif untuk menggambarkan ketakseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks sosial dan budaya, kata ini dapat menjadi indikator bahwa suatu masyarakat sedang mengalami krisis. Dengan memahami arti dan konteks kata disekuilibrium, kita dapat lebih baik mengatasi ketakseimbangan yang terjadi dalam masyarakat dan menciptakan keadilan sosial.