Arti Kata "baluk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "baluk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

baluk

ba·luk kl n perahu muatan;
musim kemarau menghilirkan -- , pb melakukan usaha yg tidak sesuai dng musimnya (waktunya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "baluk"

📝 Contoh Penggunaan kata "baluk" dalam Kalimat

1.Pada musim kemarau, para petani harus berhati-hati dalam melakukan irigasi agar tidak melakukan baluk, karena airnya sangat terbatas.
2.Dalam pelatihan manajemen perusahaan, instruktur mengingatkan agar tidak melakukan baluk dalam melakukan strategi bisnis.
3.Pada kesempatan itu, dia juga menyebutkan contoh baluk yang pernah dilakukan oleh perusahaan rival mereka.
4.Di daerah kami, hampir setiap tahun terjadi baluk dalam pengelolaan air hujan yang tidak efektif.
5.Dalam tulisan sastra, penulis menggunakan istilah baluk untuk menggambarkan kehidupan manusia yang tidak sesuai dengan musimnya, seperti mencari uang dalam masa kemiskinan.

📚 Artikel terkait kata "baluk"

Mengenal Kata 'baluk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "baluk" - Inspirasi untuk Mengikuti Musim

Kata "baluk" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, baluk adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan perahu muatan yang menghilirkan pada musim kemarau. Namun, makna yang lebih luas dari kata ini adalah melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya atau waktu yang tepat. Makna ini memiliki konteks historis dan sosial yang sangat menarik. Dalam masa lalu, orang-orang di Indonesia, terutama di daerah pesisir, sangat bergantung pada perahu sebagai sarana transportasi dan perdagangan. Mereka harus selalu mengikuti musim untuk memastikan keberlangsungan usaha mereka. Dengan demikian, kata baluk menjadi sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berikut beberapa contoh penggunaan kata baluk dalam kalimat yang alami: * "Pengusaha perahu tidak boleh baluk dan justru memilih waktu yang tepat untuk berlayar." * "Kami harus menghindari baluk dan memilih waktu yang lebih baik untuk memulai proyek kami." * "Perlu diingat bahwa baluk bisa menyebabkan kerugian besar bagi usaha kita." Dalam kehidupan sehari-hari, kata baluk masih relevan dan dapat dipakai dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seseorang memutuskan untuk melakukan perubahan besar pada usahanya tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat, dia bisa digambarkan sebagai orang yang baluk. Dalam budaya Indonesia, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mengikuti aturan atau norma yang berlaku. Dengan demikian, kata baluk memiliki makna yang sangat luas dan dapat dipakai dalam berbagai konteks. Dalam artikel ini, kita telah melihat makna umum dan konteks historis/sosial dari kata baluk, serta contoh penggunaannya dalam kalimat yang alami. Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami makna kata baluk dengan lebih baik.