Arti Kata "dibilang genap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dibilang genap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dibilang genap

Peribahasa kelihatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dibilang genap"

📝 Contoh Penggunaan kata "dibilang genap" dalam Kalimat

1.Karyawan tersebut dibilang genap, tetapi dia tidak bisa membeli rumah milik sendiri.
2.Dalam perusahaan, dia dibilang genap, tetapi gaji bulanannya selalu kurang dari yang dibayarkan teman-temannya.
3.Pemain sepakbola yang dibilang genap itu tidak pernah menang dalam kompetisi besar.
4.Sebagai lulusan jurusan ekonomi, dia dibilang genap karena tidak bisa memanage uang dengan baik.
5.Pada akhirnya, perusahaan yang dibilang genap itu harus tutup usahanya karena utang yang menumpuk.

📚 Artikel terkait kata "dibilang genap"

Mengenal Kata 'dibilang genap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dibilang genap" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Sejarah

Peribahasa "dibilang genap" memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini bermakna bahwa seseorang atau sesuatu kelihatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi. Konsep ini muncul dari pengamatan bahwa tidak semua keberuntungan yang tampak di permukaan memiliki dampak positif yang signifikan. Terkadang, keberuntungan tersebut hanya menimbulkan kegagalan atau kerugian di masa depan.

Contoh Penggunaan Kata "dibilang genap"

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dibilang genap" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Misalnya, seseorang yang sukses dalam karir tetapi gagal dalam hubungan pribadi, sehingga bisa dikatakan "dibilang genap" karena keberuntungannya di karir tidak dapat dinikmati secara sepenuhnya. Atau, seseorang yang memiliki banyak uang tetapi merasa tidak bahagia karena tidak memiliki hubungan yang signifikan, juga bisa dikatakan "dibilang genap" karena keberuntungannya tidak menimbulkan dampak positif yang signifikan.

Relevansi dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, kata "dibilang genap" memiliki relevansi yang sangat penting. Banyak orang yang memiliki keberuntungan di bidang tertentu, tetapi gagal dalam hal lain. Misalnya, seseorang yang sukses dalam bisnis tetapi gagal dalam hubungan keluarga. Dengan memahami konsep "dibilang genap", kita dapat lebih bijak dalam menilai keberuntungan dan tidak terjebak dalam kesalahan yang sama. Dengan demikian, peribahasa "dibilang genap" dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih bijak dalam menilai keberuntungan dan tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.