Arti Kata "diaspora" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diaspora" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diaspora

di·as·po·ra n Pol masa tercerai-berainya suatu bangsa yg tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tsb tidak memiliki negara, msl bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pd tahun 1948

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diaspora"

📝 Contoh Penggunaan kata "diaspora" dalam Kalimat

1.Kita memiliki diaspora Yahudi yang luas di seluruh dunia sebelum berdirinya Israel.
2.diaspora etnis Tionghoa telah membentuk komunitas yang signifikan di berbagai negara Asia dan Amerika.
3.Para ilmuwan perlu memahami fenomena diaspora untuk memahami dinamika sosial dan budaya yang kompleks.
4.diaspora budaya memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas dan warisan budaya suatu komunitas.
5.Pengalaman hidup diaspora dapat menjadi sumber inspirasi karya sastra yang kaya akan makna.

📚 Artikel terkait kata "diaspora"

Mengenal Kata 'diaspora' - Inspirasi dan Motivasi

Diaspora: Konsep Bangsa yang Tercecer di Penjuru Dunia

Diaspora adalah sebuah istilah yang merujuk pada kondisi di mana suatu bangsa atau kelompok etnis tercerai-berai dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Konsep ini memiliki konteks historis yang kompleks dan telah menginspirasi berbagai budaya dan peradaban sepanjang masa. Bangsa Yahudi, misalnya, adalah salah satu contoh yang paling terkenal dari diaspora, karena mereka telah hidup sebagai suatu kelompok etnis yang terpisah dari negara mereka sendiri selama berabad-abad. Penggunaan kata diaspora juga sering diasosiasikan dengan migrasi massal dan pengungsian. Dalam konteks ini, diaspora dapat berarti bahwa suatu bangsa atau komunitas telah dipaksa meninggalkan tempat asalnya dan mencari tempat perlindungan di negara lain. Contoh lain dari diaspora adalah bangsa Armenia, yang telah mengalami pengungsian massal selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep diaspora masih relevan dan dapat dilihat dalam konteks perubahan sosial dan politik yang cepat. Dalam era globalisasi, banyak orang yang telah meninggalkan negara asalnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain. Mereka membawa dengan mereka budaya, bahasa, dan tradisi yang unik, serta menghadirkan perspektif baru yang dapat memperkaya komunitas lokal. Namun, perjalanan menuju integrasi budaya dapat penuh dengan tantangan, dan diaspora sering menghadapi perasaan peninggalan dan kehilangan identitas.