Arti Kata "dekak-dekak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dekak-dekak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dekak-dekak

de·kak-de·kak n alat untuk menghitung berupa deretan bulatan dr kayu, plastik, dsb yg bertusuk (setusuk berisi 10 butir) dan berbingkai; swipoa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dekak-dekak"

📝 Contoh Penggunaan kata "dekak-dekak" dalam Kalimat

1.Dalam percakapan sehari-hari, dia mengatakan bahwa dia ingin membeli dekkak-dekak di pasar.
2.Siswa harus membawa dekkak-dekak ke sekolah untuk latihan menghitung.
3.Dia menggunakan dekkak-dekak kayu untuk mengajar anak-anak dasar penjumlahan.
4.Pada abad ke-19, dekkak-dekak kayu masih digunakan secara luas di desa-desa.
5.Dalam novelnya, penulis menggunakan dekkak-dekak sebagai simbol kebahagiaan dan kejayaan.

📚 Artikel terkait kata "dekak-dekak"

Mengenal Kata 'dekak-dekak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dekak-Dekak" - Alat Tradisional untuk Menghitung

Kata "dekak-dekak" mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, terutama bagi para penerus tradisi lama. Dalam bahasa Indonesia, "dekak-dekak" dipahami sebagai alat untuk menghitung yang terbuat dari deretan bulatan kayu, plastik, atau bahan lainnya yang bertusuk dan berbingkai. Alat ini memiliki setidaknya 10 butir di setiap tusuknya. Dekak-dekak telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama di masa lalu. Alat ini digunakan oleh pedagang, penjual, dan bahkan oleh masyarakat awam untuk menghitung barang-barang yang mereka beli atau jual. Dekak-dekak juga menjadi simbol kehidupan tradisional di Indonesia, di mana kebiasaan menghitung dengan alat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "dekak-dekak" dalam kalimat yang alami: - Ibu saya menggunakan dekak-dekak untuk menghitung jumlah sayuran yang harus dibeli. - Pedagang di pasar menggunakan dekak-dekak untuk menghitung jumlah uang yang telah dibelanjakan. - Saya masih ingat saat saya menggunakan dekak-dekak di sekolah untuk menghitung jumlah buku yang harus dibawa. Dekak-dekak masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern, meskipun teknologi telah berkembang pesat. Banyak pedagang dan penjual yang masih menggunakan dekak-dekak untuk menghitung barang-barang yang mereka jual. Selain itu, dekak-dekak juga menjadi simbol kehidupan tradisional di Indonesia yang perlu dilestarikan.