Arti Kata "ahimsa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ahimsa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ahimsa

ahim·sa n 1 ajaran agama Hindu dan Buddha untuk tidak menyakiti makhluk apa pun dan menghindari kekerasan; 2 ajaran Mahatma Gandhi yg melarang membunuh (menyakiti) dan menggunakan kekerasan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ahimsa"

📝 Contoh Penggunaan kata "ahimsa" dalam Kalimat

1.Prinsip ahimsa sangat penting dalam ajaran agama Hindu.
2.Menjaga ahimsa dalam bertindak merupakan tanda kedewasaan spiritual.
3.ahimsa juga diterapkan dalam aktivitas sosial untuk menciptakan kedamaian.
4.Penting untuk memahami konsep ahimsa dalam konteks sejarah perjuangan kemanusiaan.
5.ahimsa bukan hanya tentang tidak melukai fisik, tetapi juga tidak melukai emosi orang lain.

📚 Artikel terkait kata "ahimsa"

Makna dan Aplikasi Konsep Ahimsa dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Ahimsa

Ahimsa merupakan konsep dari ajaran agama Hindu yang berarti tidak melukai atau tidak menyakiti. Prinsip ahimsa mengajarkan untuk tidak hanya menghindari kekerasan fisik, tetapi juga menghormati kehidupan dan emosi makhluk hidup lainnya.

Ahimsa juga dikenal sebagai prinsip ketidakkekerasan yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kasih sayang. Dalam praktiknya, ahimsa mendorong seseorang untuk berperilaku baik, mengendalikan emosi negatif, serta menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama manusia.

Prinsip ahimsa sangat relevan dalam konteks modern di mana konflik dan kekerasan sering terjadi. Dengan menerapkan ahimsa, seseorang dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kasih di sekitarnya.

Ahimsa juga berperan penting dalam aktivitas sosial dan politik. Dengan menjunjung prinsip ahimsa, seseorang dapat memperjuangkan hak-hak asasi manusia tanpa resorting to violence.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkan konsep ahimsa dengan cara menghormati pendapat orang lain, mengendalikan emosi negatif, serta menjaga sikap sopan santun dalam berinteraksi dengan sesama. Dengan demikian, ahimsa bukan hanya sekedar konsep filosofis, tetapi juga dapat menjadi panduan praktis dalam menjalani kehidupan.