Arti Kata "caruk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "caruk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

caruk

1ca·ruk kl v, men·ca·ruk v 1 mengupas kulit kayu; menguliti; 2 menakik (menggores) pohon untuk mengambil getah (damar dsb)

2ca·ruk ark a lahap; rakus; pajuh;
men·ca·ruk v makan banyak-banyak dan cepat-cepat

3ca·ruk Mdr v berkelahi satu lawan satu atau secara massal dng menggunakan senjata tajam (celurit), dng latar belakang wanita, dendam, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "caruk"

📝 Contoh Penggunaan kata "caruk" dalam Kalimat

1.Pengusaha kayu berlatih cara-caranya untuk caruk kulit kayu agar tidak terluka.
2.Di hutan, para penambang caruk pohon untuk mengambil getah damar yang berkualitas.
3.Pada proses pembuatan mebel, pekerja caruk kulit kayu dengan hati-hati agar tidak rusak.
4.Dalam budaya suku adat, caruk kulit kayu digunakan sebagai ritual untuk menandai kekuatan.
5.Mereka mengajarkan anak-anak cara caruk kulit kayu dengan aman dan benar.

📚 Artikel terkait kata "caruk"

Mengenal Kata 'caruk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Caruk" - Kunci dalam Pekerjaan Laut dan Budaya Tradisional

Kata "caruk" memiliki makna yang penting dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks pekerjaan laut dan budaya tradisional. Secara historis, kata ini berkaitan dengan kegiatan mengupas kulit kayu dan menakik pohon untuk mengambil getah. Proses ini biasanya dilakukan oleh masyarakat pesisir yang bergantung pada laut untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Contoh Penggunaan Kata "Caruk" dalam Kalimat

Penggunaan kata "caruk" dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang alami. Misalnya, "Pengrajin kayu menggunakan caruk untuk mengupas kulit kayu sebelum mengolahnya menjadi produk yang diinginkan." Dalam konteks lain, "Pada musim hujan, pedagang caruk pohon untuk mengambil getah damar yang bisa digunakan sebagai obat tradisional." Contoh lainnya adalah, "Masyarakat pesisir caruk kayu untuk membuat perahu yang kuat dan tahan lama."

Relevansi Kata "Caruk" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "caruk" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama dalam konteks budaya dan tradisi. Dalam beberapa daerah, caruk kayu masih dilakukan secara manual sebagai cara untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Selain itu, caruk juga memiliki makna spiritual dalam beberapa budaya tradisional, seperti dalam proses perayaan dan ritual keagamaan. Oleh karena itu, kata "caruk" tidak hanya memiliki makna fungsional, tetapi juga memiliki makna emosional dan spiritual yang mendalam.