Arti Kata "butarepan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "butarepan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

butarepan

bu·ta·re·pan Jw a cemburuan (tt suami istri)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "butarepan"

📝 Contoh Penggunaan kata "butarepan" dalam Kalimat

1.Buta repan yang dialami pasangan suami istri itu sangat menyakitkan hati mereka.
2.Sekelompok mahasiswa melakukan penelitian tentang butarepan sebagai dampak psikologis dalam hubungan percintaan.
3.Dalam novel terbaru, tokoh utama mengalami buta repan akibat perasaan cemburu yang berlebihan.
4.Konselor berbicara tentang butarepan sebagai penyebab utama perceraian di kalangan masyarakat.
5.Pada pertemuan psikologi, dosen membahas tentang buta repan sebagai gejala kesehatan mental yang perlu diatasi.

📚 Artikel terkait kata "butarepan"

Mengenal Kata 'butarepan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "butarepan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "butarepan" merupakan istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa cemburuan terhadap suaminya atau istri. Istilah ini memiliki akar budaya yang kaya dan kompleks, serta seringkali digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sosial, "butarepan" seringkali diassociasikan dengan perasaan tidak aman atau tidak percaya diri dalam hubungan asmara.

Tak Terbendungnya Emosi Cemburuan

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "butarepan" seringkali digunakan untuk menggambarkan perasaan cemburuan yang tidak terkendali. Contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Dia merasa butarepan setiap kali suaminya bertemu dengan istri lama". Atau, "Dia tidak bisa mengendalikan perasaannya yang butarepan terhadap suaminya". Dalam konteks ini, kata "butarepan" digunakan untuk menggambarkan perasaan cemburuan yang tidak terkendali dan dapat menyebabkan konflik dalam hubungan asmara.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "butarepan" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hubungan asmara. Dalam budaya Indonesia, perasaan cemburuan seringkali dianggap sebagai tanda cinta yang kuat, tetapi jika tidak terkendali, dapat menyebabkan konflik dalam hubungan. Oleh karena itu, penting untuk mengerti dan mengelola perasaan cemburuan dalam hubungan asmara, sehingga tidak menyebabkan konflik dan kekacauan.