Arti Kata "buta baru celik (melihat)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buta baru celik (melihat)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buta baru celik (melihat)

Peribahasa menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buta baru celik (melihat)"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "buta baru celik (melihat)" dalam Kalimat

1.Dia menjadi sangat sombong setelah mendapat kenaikan pangkat karena buta baru celik.
2.Ketika dia mendapat hadiah mobil mewah, teman-temannya mengatakan bahwa dia buta baru celik.
3.Pada masa lalu, pejabat yang baru saja terpilih menjadi presiden sering kali buta baru celik.
4.Saya melihat teman saya buta baru celik setelah mendapat hadiah uang besar dari kakeknya.
5.Dia buta baru celik karena menang kontes karaoke dan menjadi bintang baru di industri hiburan.

πŸ“š Artikel terkait kata "buta baru celik (melihat)"

Mengenal Kata 'buta baru celik (melihat)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buta Baru Celik (Melihat)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "buta baru celik (melihat)" adalah salah satu peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Maknanya adalah tentang seseorang yang menjadi sombong karena beroleh kekayaan, pangkat, atau kesuksesan. Kata ini memiliki konteks historis yang menarik, karena awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang yang buta tetapi kemudian mendapatkan kekayaan dan status yang tinggi. Mereka menjadi sombong dan lupa dengan asal-usul mereka yang awalnya buta. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buta baru celik (melihat)" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki perilaku sombong dan tidak peduli dengan orang lain. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami: * Setelah mendapatkan proyek yang besar, dia menjadi sangat sombong dan berpikir bahwa dia lebih baik dari orang lain. * Perilaku sombongnya sangat menyebalkan, seperti kata "buta baru celik (melihat)" yang menggambarkan seseorang yang lupa dengan asal-usulnya. * Dia menjadi sangat kaya dan sombong setelah mendapatkan warisan dari ayahnya. Kata "buta baru celik (melihat)" juga memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, banyak orang yang terjebak dalam siklus sombong dan tidak peduli dengan orang lain. Mereka lupa bahwa kekayaan dan kesuksesan tidak selalu datang dengan mudah. Oleh karena itu, penting untuk mengingat makna dari kata "buta baru celik (melihat)" dan tidak menjadi sombong karena beroleh kekayaan atau pangkat.