Arti Kata "burnout" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "burnout" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

burnout

bur·no·ut n 1 kelelahan fisik, emosional, dan mental: kalau benci thd pekerjaan Anda telah tertimpa --; 2 stres dan kelelahan emosional, frustasi, dan keletihan yg terjadi jika rangkaian peristiwa dl suatu hubungan, misi, cara hidup, pekerjaan, atau bisnis tidak menghasilkan sesuatu yg sesuai dng harapan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "burnout"

📝 Contoh Penggunaan kata "burnout" dalam Kalimat

1.Pekerjaan yang terlalu berat dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang disebut burnout.
2.Ketegangan yang terus menerus di dalam keluarga dapat menyebabkan stres dan kelelahan emosional yang disebut burnout.
3.Pendidikan kesehatan membahas tentang cara mengenali dan mengatasi gejala burnout dalam diri sendiri.
4.Penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami burnout cenderung memiliki kinerja yang lebih buruk daripada pekerja lainnya.
5.Dalam novel "The burnout Society", penulis menganalisis bagaimana kelelahan mental menjadi fenomena sosial modern.

📚 Artikel terkait kata "burnout"

Mengenal Kata 'burnout' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Burnout" - Inspirasi dan Motivasi

Kata burnout merupakan istilah yang mulai populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan pekerja yang merasa lelah dan tidak produktif. Namun, apa sebenarnya arti kata burnout ini? Burnout sendiri berasal dari bahasa Inggris dan secara umum merujuk pada kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami seseorang. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Herbert Freudenberger pada tahun 1974 sebagai gejala yang dialami oleh beberapa dokter di sebuah rumah sakit di New York. Dalam konteks historis, kata burnout pertama kali digunakan untuk menggambarkan kondisi mental yang dialami oleh dokter-dokter yang terus-menerus bekerja dalam lingkungan yang stres. Namun, seiring waktu, istilah ini semakin luas digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang dialami oleh individu dalam berbagai bidang, mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga kehidupan sehari-hari. Burnout dapat dilihat dalam berbagai kalimat yang alami. Misalnya, seseorang dapat mengalami burnout karena beban pekerjaan yang terlalu berat, atau karena hubungan yang tidak harmonis. Contoh lainnya adalah ketika seseorang merasa burnout karena tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Dalam semua kasus ini, individu tersebut merasa lelah, tidak produktif, dan tidak memiliki motivasi untuk melanjutkan kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata burnout memiliki relevansi yang sangat besar. Banyak orang yang merasa burnout karena tekanan untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang. Namun, penting untuk diingat bahwa burnout bukanlah hal yang harus ditakutkan. Dengan mengenali gejala-gejala burnout dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, individu dapat kembali menjadi produktif dan bahagia dalam hidupnya.