Arti Kata "majir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "majir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

majir

ma·jir a tidak dapat beranak; mandul;
ke·ma·jir·an n keadaan tidak dapat beranak; kemandulan: banyak - yg disebabkan oleh kelebihan lemak dan berat badan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "majir"

📝 Contoh Penggunaan kata "majir" dalam Kalimat

1.Ibu dokter mengatakan bahwa saya harus menurunkan berat badan karena saya menjadi ke·ma·jir·an.
2.Ketika melihat teman yang sudah menikah, ia merasa sangat ke·ma·jir karena belum menemukan pasangannya.
3.Dokter menemukan masalah kelebihan lemak pada ibu yang menyebabkan kemandulannya.
4.Pada saat pemeriksaan medis, pasien wanita dinyatakan menderita ke·ma·jir karena alat reproduksinya sudah rusak.
5.Saya sedih mendengar bahwa ibu saya menderita kemandulan karena berat badan yang terlalu berlebihan.

📚 Artikel terkait kata "majir"

Mengenal Kata 'majir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "majir" - Inspirasi dan Motivasi untuk Kesehatan Reproduksi

Kata "majir" seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini memiliki makna yang spesifik, yaitu keadaan tidak dapat beranak atau kemandulan. Istilah ini tidak hanya berlaku untuk wanita, tetapi juga dapat digunakan untuk pria. Pada masa lalu, kata "majir" seringkali dikaitkan dengan masalah reproduksi yang lebih luas, seperti kesulitan memiliki anak atau gangguan hormonal. Namun, dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan medis, kita sekarang lebih memahami bahwa kemandulan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kelebihan lemak dan berat badan, serta kondisi medis lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "majir" seringkali digunakan dalam konteks yang lebih luas. Contohnya, "Ibu saya pernah mengalami keadaan majir karena kelebihan berat badan, tapi setelah berubah gaya hidup dan mengikuti program perawatan, ia berhasil memiliki anak." Atau, "Suami saya sedang mengalami masalah majir karena kondisi medis yang spesifik, tapi kami sedang mencari solusi untuk meningkatkan kesempatan kami memiliki anak." Dalam budaya Indonesia modern, kata "majir" telah menjadi subjek yang lebih terbuka dan tidak lagi dianggap tabu. Banyak orang yang telah mengalami masalah reproduksi dan telah mencari solusi untuk meningkatkan kesempatan mereka memiliki anak. Kita harus mengakui bahwa kemandulan adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah. Dengan pengetahuan dan teknologi yang lebih baik, kita harus dapat mengatasi masalah ini dan meningkatkan kualitas hidup kita.