Arti Kata "boro-boro" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "boro-boro" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

boro-boro

bo·ro-bo·ro adv cak jangankan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "boro-boro"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "boro-boro" dalam Kalimat

1.Pembicara mulai berbicara dengan gaya boro-boro, seperti biasanya setiap Jumat.
2.Dia menulis laporan dengan sangat boro-boro, sehingga tidak jelas apa yang diinginkan.
3.Saya tidak terbiasa mendengar orang bicara dengan cara boro-boro, membuat saya merasa tidak nyaman.
4.Dalam proses belajar bahasa asing, kita harus memulai dengan cara yang sederhana dan tidak boro-boro.
5.Di komunitas pelajar, ada seorang yang dikenal sebagai pembicara boro-boro yang menarik dan menghibur.

πŸ“š Artikel terkait kata "boro-boro"

Mengenal Kata 'boro-boro' - Inspirasi dan Motivasi

Boro-Boro: Mengerti Makna dan Konteksnya yang Lebih Baik

Mengenal Makna Umum dan Konteks Historis Boro-Boro

Boro-boro adalah kata yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia, tapi apakah kamu sudah mengerti maknanya yang sebenarnya? Secara resmi, boro-boro berarti "boΒ·ro-boΒ·ro adv cak jangankan" yang berarti tidak perlu, tidak penting, atau tidak berguna. Kata ini memiliki akar yang kuno dan telah digunakan oleh masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Dalam konteks sosial, boro-boro sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak memiliki nilai.

Contoh Penggunaan Boro-Boro dalam Kalimat yang Alami

Kata boro-boro sering digunakan dalam kalimat yang alami dan tidak terasa formal. Misalnya, "Jangan membeli baju tersebut, itu boro-boro dan tidak akan digunakan." Atau, "Makanan di restoran itu boro-boro, tidak enak dan tidak seimbang." Contoh lainnya, "Baca buku tersebut, itu boro-boro dan tidak menarik." Dalam contoh-contoh di atas, kata boro-boro digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki nilai atau tidak berguna.

Relevansi Boro-Boro dalam Kehidupan Sehari-Hari

Boro-boro memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital, kita sering dihadapkan dengan informasi yang tidak berguna atau tidak relevan. Kata boro-boro dapat digunakan untuk menggambarkan informasi tersebut. Selain itu, boro-boro juga dapat digunakan dalam konteks ekonimi, seperti menggambarkan barang atau jasa yang tidak berguna atau tidak memiliki nilai. Dalam konteks budaya, boro-boro dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku atau kebiasaan yang tidak berguna atau tidak memiliki nilai.