Arti Kata "bengkok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bengkok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bengkok

beng·kok Jw n tanah milik desa yg dipinjamkan kpd pamong desa untuk digarap dan dipetik hasilnya sbg pengganti gaji

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bengkok"

📝 Contoh Penggunaan kata "bengkok" dalam Kalimat

1.Di desa kami, ada bengkok yang digunakan untuk membiayai operasional pemerintahan.
2.Sebagai seorang petani, aku sering menggunakan lahan bengkok untuk menanam padi dan jagung.
3.Saya ingat masa kecil saya ketika ibu saya sering mengajari saya menggarap bengkok di desa kami.
4.Pada dasarnya, bengkok adalah lahan desa yang dipinjamkan kepada pemangku kepentingan untuk digarap.
5.Dalam sejarah, banyak desa yang menggunakan bengkok sebagai sumber pendapatan bagi warganya.

📚 Artikel terkait kata "bengkok"

Mengenal Kata 'bengkok' - Inspirasi dan Motivasi

Bengkok: Makna Resmi dan Konteks dalam Kehidupan Pedesaan

Kata "bengkok" seringkali membawa makna yang berbeda-beda tergantung pada konteksnya. Dalam arti resmi, **bengkok** adalah tanah milik desa yang dipinjamkan kepada pamong desa untuk digarap dan dipetik hasilnya sebagai pengganti gaji. Konsep ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda, ketika pemerintah kolonial memungut pajak dari masyarakat lokal dalam bentuk tanah atau hasil panen.

Dalam kalimat yang alami, kata bengkok digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, "Pamong desa meminta bantuan warga untuk menggarap **bengkok** di pinggir desa" atau "Pengganti gaji pamong desa sekarang adalah hasil panen dari **bengkok** yang digarapnya". Kata bengkok juga dapat digunakan dalam kalimat seperti "Tanah **bengkok** di desa kami sangat subur, sehingga hasil panennya sangat baik".

Dalam kehidupan sehari-hari, kata bengkok memiliki relevansi yang signifikan, terutama di pedesaan. Konsep bengkok masih digunakan di beberapa desa di Indonesia sebagai alternatif pengganti gaji pamong desa. Selain itu, kata bengkok juga dapat digunakan sebagai simbol kemiskinan dan ketidaksetaraan dalam masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menghargai makna resminya.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep bengkok telah mengalami perubahan signifikan. Banyak desa yang telah meninggalkan praktik bengkok dan menggantinya dengan sistem penggajian yang lebih adil dan transparan. Namun, masih ada beberapa desa yang masih menggunakan konsep bengkok sebagai pengganti gaji pamong desa.

Dalam kesimpulan, kata bengkok memiliki makna yang kompleks dan berbeda-beda tergantung pada konteksnya. Dalam arti resmi, bengkok adalah tanah milik desa yang dipinjamkan kepada pamong desa untuk digarap dan dipetik hasilnya sebagai pengganti gaji. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menghargai makna resminya.