Arti Kata "beludak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "beludak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

beludak

1be·lu·dak Jw n ular berbisa yg dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya); ular sendok; ular tedung; Naiasptatrix

2be·lu·dak v, mem·be·lu·dak v 1 mengalir atau meluap krn terlalu penuh: air dl bak itu sudah -; 2 ki banyak sekali; melebihi jumlah yg normal: tamatan siswa SMU tahun ini -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "beludak"

📝 Contoh Penggunaan kata "beludak" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "beludak":
2.Dalam konteks ilmiah, beludak adalah ular berbisa yang dapat menggembungkan lehernya untuk mengancam predator.
3.Sehari-hari, saya tidak suka kebun beludak karena khawatir terkena gigitannya yang berbahaya.
4.Dalam cerita rakyat, beludak dianggap hewan yang sakti dan mampu membantu orang yang baik hati.
5.Pada saat liburan, saya melihat beludak berjalan di pinggir hutan dengan kepala yang menggembung untuk menandakan kehadirannya.

📚 Artikel terkait kata "beludak"

Mengenal Kata 'beludak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Beludak" - Hewan yang Menggembungkan Lehernya

Kata "beludak" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis ular berbisa yang dapat menggembungkan lehernya. Nama ini berasal dari bahasa Jawa, yang juga digunakan dalam beberapa daerah di Indonesia. Dalam konteks sejarah, beludak telah menjadi bagian dari mitologi dan legenda masyarakat Indonesia, seringkali digambarkan sebagai hewan yang berbahaya dan menakutkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "beludak" sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan bahaya atau ketakutan. Misalnya, "Beludak yang besar telah menggigit seekor ayam, menyebabkan ayam itu terluka parah." Atau, "Kita harus berhati-hati saat berjalan di hutan, karena beludak dapat menggigit kita tanpa kita sadari." Contoh lainnya adalah, "Beludak yang besar telah menggembungkan lehernya dan menyerang seekor monyet." Dalam budaya Indonesia modern, kata "beludak" juga digunakan dalam beberapa konteks yang tidak langsung terkait dengan hewan tersebut. Misalnya, dalam suatu pidato, seorang politisi dapat menggunakan kata "beludak" untuk menggambarkan situasi ekonomi yang sulit, "Saat ini, kita berada di tengah-tengah beludak ekonomi yang sangat sulit." Atau, dalam suatu cerita, seorang tokoh dapat menggunakan kata "beludak" untuk menggambarkan keadaan hatinya yang sedang terluka, "Saya merasa seperti beludak yang tergigit, tidak bisa bergerak lagi."