Arti Kata "bangkeh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bangkeh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bangkeh

bang·keh /bangkéh/ Mk n 1 belang putih pd dahi kuda; 2 bangkas; 3 warna putih pd kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tt ayam); 4 ki penjahat yg telah terkenal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bangkeh"

📝 Contoh Penggunaan kata "bangkeh" dalam Kalimat

1.Kuda itu memiliki bangkeh putih di dahi yang menandakan kemuliaannya.
2.Ayam petarung memiliki bangkah di kaki, paruh, dan bulu yang menunjukkan kekuatan.
3.Penjahat itu disebut sebagai bangkeh karena telah melakukan banyak kejahatan.
4.Pada budaya Jawa, bangkas sering digunakan sebagai simbol kekuatan dan keberanian.
5.Dalam cerita rakyat, bangkeh adalah sinyal bahwa si penjahat itu sudah terkenal sebagai pelaku kejahatan.

📚 Artikel terkait kata "bangkeh"

Mengenal Kata 'bangkeh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bangkeh" - Makna dan Konteks

Kata "bangkeh" merupakan salah satu istilah unik dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna yang spesifik. Secara umum, bangkeh merujuk pada sebuah tanda atau sifat yang menonjol pada seekor hewan, biasanya kuda atau ayam. Dalam konteks historis, kata bangkeh juga digunakan untuk menggambarkan penjahat yang telah terkenal. Dalam budaya Indonesia, bangkeh seringkali diidentifikasi dengan sebuah tanda putih yang menonjol pada dahi kuda atau ayam. Tanda ini kemudian menjadi simbol identitas bagi hewan-hewan tersebut. Contohnya, ayam dengan warna putih pada kaki, paruh, kuku, dan bulu, serta ujung bulu yang berwarna hitam, seringkali dianggap sebagai ayam bangkeh. Bahkan, kata bangkeh juga digunakan dalam konteks sosial untuk menggambarkan seseorang yang telah terkenal sebagai penjahat atau tokoh yang tidak baik. Contohnya, "Dia disebut bangkeh karena selalu bermain-main dengan hukum." Dalam konteks ini, bangkeh menjadi sebuah label yang menggambarkan sifat negatif seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata bangkeh masih digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bahasa sehari-hari dan budaya populer. Misalnya, dalam sebuah cerita rakyat, bangkeh digunakan sebagai simbol kebenaran atau keadilan. Dengan demikian, kata bangkeh menjadi sebuah bagian penting dalam bahasa Indonesia yang memberikan makna yang unik dan spesifik. Dalam kesimpulan, kata bangkeh merupakan sebuah istilah yang memiliki makna yang kompleks dan multifaset. Dari konteks historis hingga kehidupan sehari-hari, bangkeh tetap menjadi bagian penting dalam bahasa Indonesia yang memberikan makna yang unik dan spesifik.