Arti Kata "plombir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "plombir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

plombir

1plom·bir n 1 meterai dr timah dsb dipakai sbg tanda sudah membayar pajak kendaraan

2plom·bir n pengisi (penampal) gigi yg berlubang;
mem·plom·bir v mengisi gigi yg berlubang, menampal gigi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "plombir"

📝 Contoh Penggunaan kata "plombir" dalam Kalimat

1.Warga yang membayar pajak kendaraan wajib melekatkan plombir di depan kaca mobil.
2.plombir yang hilang membuat saya harus membayar denda tambahan.
3.Di tempat parkir, saya melihat mobil dengan plombir yang sudah lepas.
4.Pajak kendaraan tidak pernah saya lupa untuk membayar, dan plombir selalu melekat dengan baik.
5.Karyawan dinas pajak dengan cepat menempelkan plombir di depan kaca mobil.

📚 Artikel terkait kata "plombir"

Mengenal Kata 'plombir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "plombir" - Tanda Pajak Kendaraan yang Wajib Diketahui

Pada dunia keuangan dan pajak, terdapat istilah plombir yang sering digunakan. Kata ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu "plomber", yang berarti meterai. Di Indonesia, plombir memiliki makna khusus sebagai meterai dari timah yang digunakan sebagai tanda telah membayar pajak kendaraan. Kata plombir memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Pada masa kolonial Belanda, pemerintah menetapkan pajak kendaraan yang harus dibayar oleh masyarakat. Untuk menandai bahwa pajak telah dibayar, pemerintah menggunakan meterai dari timah yang disebut plombir. Meterai ini kemudian menjadi simbol bahwa kendaraan telah membayar pajak yang berlaku. Hingga saat ini, plombir masih digunakan sebagai tanda pajak kendaraan yang wajib untuk dipasang pada kendaraan bermotor. Penggunaan kata plombir dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang alami. Misalnya, "Pemilik kendaraan harus memasang plombir pada roda depan kendaraan" atau "Kendaraan yang tidak memiliki plombir tidak boleh melaju di jalan." Penggunaan kata ini menunjukkan bahwa plombir memiliki peran penting dalam sistem pajak kendaraan di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata plombir memiliki relevansi yang signifikan. Masyarakat yang memiliki kendaraan harus memahami bahwa plombir adalah tanda pajak yang wajib dipasang. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa pajak kendaraan memiliki peran penting dalam mendanai fasilitas umum dan jalan raya. Dalam budaya Indonesia modern, kata plombir menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pajak kendaraan.