Arti Kata "bah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bah

1bah n air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkampungan, kota, dsb); banjir;
sedangkan -- kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang, pb sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur;
-- betina banjir yg datang berikutnya; -- jantan banjir permulaan

2bah p 1 kata seru yg menyatakan penolakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat: -- , lagi-lagi dia yg muncul; 2 Bt kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk -- !

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bah"

📝 Contoh Penggunaan kata "bah" dalam Kalimat

1.Air bah meluap dari sungai dan menggenangi seluruh kota.
2.Selama musim hujan, datanglah banjir yang sangat deras ke desa kami.
3.Penduduk setempat harus berjalan kaki karena kapal-kapal tidak bisa melawan air bah.
4.Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di daerah kami.
5.Mereka menyebutnya banjir "Naga" karena airnya sangat deras dan meluap pada malam hari.

📚 Artikel terkait kata "bah"

Mengenal Kata 'bah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bah" - Perubahan Air dan Kehidupan

Kata "bah" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada air yang meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah, perkampungan, atau kota. Dalam konteks historis, kata "bah" sering dikaitkan dengan banjir, yang seringkali membawa dampak negatif bagi masyarakat. Namun, dalam beberapa kasus, banjir juga dapat menjadi sumber kehidupan bagi petani dan masyarakat di sekitar sungai. Contoh penggunaan kata "bah" dalam kalimat yang alami dapat dilihat pada beberapa situasi: * Setelah hujan lebat, air sungai meluap dan menyebabkan banjir yang parah di kota. Bah yang terjadi menggenangi rumah-rumah penduduk dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur. * Petani di sawah harus memantau bah yang akan datang untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menanam padi. Bah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan mengurangi hasil panen. * Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bah" juga digunakan untuk menggambarkan waktu yang terasa panjang dan tidak produktif. Bah yang berkepanjangan dapat membuat seseorang merasa menganggur dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bah" memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Bah yang terjadi dapat menjadi sumber inspirasi bagi seseorang untuk mencari cara memanfaatkannya dengan baik. Dalam beberapa kasus, bah yang terjadi dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan. Dengan demikian, kata "bah" tidak hanya memiliki makna yang luas dan kompleks, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua.