Arti Kata "bagai bertanak di kuali" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai bertanak di kuali" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai bertanak di kuali

bagai ber.ta.nak di kuali Peribahasa bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai bertanak di kuali"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai bertanak di kuali" dalam Kalimat

1.Ketika seseorang memberi makanan kepada orang miskin, hal itu seperti beras bertanak di kuali karena akan menghabiskan semua uangnya.
2.Raja yang bermurah hati terhadap rakyatnya sering kali seperti beras bertanak di kuali karena harus mengeluarkan banyak uang dari kas negara.
3.Dia sering kali membelikan makanan kepada yang membutuhkan, meskipun hal itu membuatnya seperti beras bertanak di kuali karena keuangan yang tidak stabil.
4.Dalam cerita rakyat, seorang janda yang bermurah hati terhadap tetangganya seperti beras bertanak di kuali karena harus mengeluarkan semua hartanya untuk membantu mereka.
5.Ketika seseorang terlalu bermurah hati, maka dia akan seperti beras bertanak di kuali karena harus menghadapi konsekuensi yang buruk dalam hidupnya.

📚 Artikel terkait kata "bagai bertanak di kuali"

Mengenal Kata 'bagai bertanak di kuali' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai Bertanak di Kuali" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai ber.ta.nak di kuali" adalah peribahasa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna sangat penting. Peribahasa ini menggambarkan sifat seseorang yang bermurah hati kepada orang lain, sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri. Makna ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan sosial dan kebaikan hati. Peribahasa "bagai bertanak di kuali" memiliki konteks historis yang menarik. Dahulu, ketika masyarakat masih menggunakan kuali untuk memasak, seseorang yang bertanak di kuali berarti berada di dalam kuali dan harus terus bergerak untuk menghindari api yang menyala. Jika seseorang tidak hati-hati, mereka mungkin akan terluka akibat terjatuh ke dalam kuali atau terbakar akibat api yang menyala. Dalam konteks ini, peribahasa "bagai bertanak di kuali" menggambarkan seseorang yang selalu siap membantu orang lain, bahkan jika itu berarti menanggung risiko sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "bagai bertanak di kuali" sangat relevan. Seseorang yang memiliki sifat bermurah hati dan selalu membantu orang lain, meskipun itu berarti menanggung risiko sendiri, dapat diibuktabarkan sebagai "bagai bertanak di kuali". Contoh kalimat yang menggunakannya adalah: "Dia selalu membantu temannya yang tidak berpunya, padahal dia sendiri sedang mengalami kesulitan keuangan, dia seperti 'bagai bertanak di kuali'." Peribahasa "bagai bertanak di kuali" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, jika seseorang memutuskan untuk membantu orang lain tanpa memikirkan kepentingan sendiri, mereka dapat diibuktabarkan sebagai "bagai bertanak di kuali". Contoh kalimat yang menggunakannya adalah: "Dia memutuskan untuk membantu sahabatnya yang sedang dalam kesulitan, padahal dia sendiri sedang dalam masa sulit, dia seperti 'bagai bertanak di kuali'." Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "bagai bertanak di kuali" sangat relevan. Sifat bermurah hati dan selalu membantu orang lain, meskipun itu berarti menanggung risiko sendiri, sangat dihargai dalam masyarakat. Oleh karena itu, peribahasa "bagai bertanak di kuali" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk orang-orang yang ingin memiliki sifat bermurah hati dan selalu membantu orang lain.