Arti Kata "astenopia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "astenopia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

astenopia

as·te·no·pia /asténopia/ n Dok kelemahan otot mata dan ketajaman pandangan, kadang-kadang disertai nyeri dan sakit kepala

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "astenopia"

📝 Contoh Penggunaan kata "astenopia" dalam Kalimat

1.Kepala dokter mengatakan bahwa asisten yang menderita astenopia harus beristirahat mata.
2.Saya merasa lelah karena bekerja di depan komputer selama empat jam, akhirnya menderita astenopia yang parah.
3.Dokter menyarankan ibu untuk membawa anaknya ke klinik spesialis mata karena anaknya menderita astenopia yang parah.
4.Menggunakan software yang dapat memperbaiki ketajaman pandangan dapat membantu mengurangi astenopia.
5.Pada kesempatan itu, Dr. Suharto membahas tentang astenopia dan cara mengatasi gejala tersebut.

📚 Artikel terkait kata "astenopia"

Mengenal Kata 'astenopia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Asthenopia" - Gejala yang Harus Diketahui

Dalam bahasa Indonesia, kata astenopia memiliki makna yang sangat penting dalam dunia medis. Kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menggambarkan gejala kelemahan otot mata dan ketajaman pandangan yang kurang. Gejala ini seringkali disertai dengan nyeri dan sakit kepala, membuat seseorang merasa tidak nyaman dan kesulitan melanjutkan aktivitas sehari-hari. Apa yang membuat astenopia menjadi gejala yang perlu diwaspadai? Dengan menggunakan kata ini dalam kalimat, kita dapat memahami lebih jauh tentang maknanya. Misalnya, "Saya merasa astenopia setelah berlama-lama membaca buku di dalam ruangan." Atau, "Dia mengalami astenopia karena terlalu lama mengoperasikan komputer tanpa istirahat." Contoh-contoh ini menunjukkan betapa pentingnya memahami gejala astenopia agar dapat melakukan penanganan yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, astenopia dapat terjadi pada siapa saja, terutama mereka yang sering melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketajaman mata seperti programmer, desainer, atau pengajar. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala astenopia dan melakukan pencegahan yang tepat, seperti melakukan istirahat mata secara teratur, menghindari paparan cahaya yang terlalu kuat, dan melakukan latihan mata yang benar. Dengan demikian, kita dapat menghindari astenopia dan tetap memiliki kesehatan mata yang baik.